Pendidikan
Fakultas Keperawatan Unair Perkuat Kolaborasi Global melalui International Nursing Conference 2026
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis teknologi digital, khususnya di bidang keperawatan.
Hal itu mengemuka dalam 17th International Nursing Conference (INC) 2026 bertajuk Shaping The Future of Nursing: “Digital Innovation Global Collaboration, and Sustainable Workforce” yang digelar di Ballroom Bumi Surabaya City Resort, Sabtu (11/7/2026).
Dekan Fakultas Keperawatan Unair Prof Dr Yuni Sufyanti Arief SKp MKes mengatakan, konferensi internasional ini digelar sebagai wadah memperkuat kolaborasi global, berbagi hasil riset, serta mendorong inovasi pelayanan keperawatan berbasis teknologi digital.
Sejumlah pembicara dari berbagai negara hadir untuk memberikan sharing opinion atau bertukar gagasan bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam memberikan pelayanan keperawatan melalui konferensi internasional yang rutin digelar sejak 2008 ini.
Selain itu, tema gelaran tahun ke-17 ini menitikberatkan pada inovasi global, kolaborasi internasional, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan keperawatan.
“Melalui forum ini, para peneliti dapat saling berbagi hasil riset yang nantinya diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Prof Yuni menjelaskan, konferensi internasional ini juga menjadi langkah strategis menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.
“Bagaimana kebutuhan pelayanan masyarakat internasional terkait dengan pelayanan keperawatan. Kalau kita tidak bertukar pendapat, bertukar informasi, hasil-hasil penelitian, mungkin ketika kami meluluskan lulusan tapi tidak bisa memenuhi kebutuhan,” jelasnya.
“Jadi, dengan internasional konferensi ini kami bisa memahami dan kami implementasikan juga inovasi dan edukasi yang diberikan kepada mahasiswa kami,” sambungnya.
Fakultas Keperawatan Unair kini telah memiliki alumni yang bekerja di Jepang, Austria, Arab Saudi, Singapura, hingga sejumlah negara Eropa.
Selain itu, juga memiliki lima program studi, mulai dari Sarjana Keperawatan, Profesi Ners, Magister, Spesialis Keperawatan Medikal Bedah, hingga Doktor Keperawatan.
“Bahkan, rata-rata lulusan telah memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan berkat jejaring kerja sama dengan berbagai rumah sakit mitra,” jelasnya.
Di sisi lain, Unair juga aktif menjalankan program pertukaran mahasiswa dan dosen melalui skema student inbound dan student outbound bersama berbagai universitas mitra di luar negeri.
“Tidak hanya mahasiswa asing datang ke sini (Unair) tapi mahasiswa kami pergi ke luar negeri untuk belajar. Salah satunya adalah seperti ini. Kami punya jejaring, kemudian ada mitra tersebut, ada program namanya Program Mobility, bukan hanya mahasiswa tapi dosen juga,” pungkasnya. (aci)



