Haji 2026
Debarkasi Haji 2026 Resmi Berakhir, Bandara Juanda Antar Pulang 43.881 Jamaah dengan Lancar
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Kedatangan kelompok terbang (Kloter) 116 di Bandara Internasional Juanda, Rabu (1/7/2026) pukul 13.00 WIB, menjadi penutup rangkaian Debarkasi Haji 2026.
Momen tersebut menandai berakhirnya proses pemulangan puluhan ribu jamaah haji Indonesia melalui bandara yang menjadi pintu masuk utama wilayah Jawa Timur itu.
Pada hari terakhir debarkasi, Bandara Internasional Juanda melayani empat kelompok terbang sekaligus, yakni Kloter 113, 114, 115, dan 116. Para jamaah berasal dari Surabaya, Nganjuk, Kediri, Sidoarjo, Malang, dan Pasuruan.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan seluruh proses kepulangan jamaah pada hari terakhir berlangsung lancar.
“Hari ini kami melayani empat kloter haji. Alhamdulillah seluruh pelaksanaan debarkasi haji berjalan baik dan lancar,” ujarnya.
Sepanjang musim Debarkasi Haji 2026, Bandara Internasional Juanda telah melayani kepulangan sebanyak 43.881 jamaah haji. Jumlah tersebut menjadi bukti pentingnya peran Juanda sebagai salah satu gerbang utama penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
Menurut Tohir, keberhasilan pelaksanaan debarkasi tidak terlepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.
Koordinasi intensif dilakukan bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya, AirNav Surabaya, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, maskapai penerbangan, perusahaan ground handling, hingga berbagai instansi pendukung lainnya.
Kolaborasi tersebut menurut Tohir memastikan setiap tahapan, mulai dari pendaratan pesawat, pemeriksaan kesehatan, penanganan bagasi, hingga proses kepulangan jamaah ke daerah asal, dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman.
“Dengan berakhirnya operasional Debarkasi Haji 2026, Bandara Internasional Juanda kini kembali mengalihkan fokus pelayanan di Terminal 2 untuk penerbangan umrah. Seluruh fasilitas yang sebelumnya digunakan dalam operasional haji telah disiapkan kembali guna melayani keberangkatan dan kedatangan jamaah umrah secara optimal,” tutup Tohir. (sat)

