Pendidikan
Ratusan Mahasiswa FK Unair Dilatih Kemampuan Komunikasi dan Jaga Hidup Sehat

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Kemampuan berkomunikasi dan memiliki jiwa kepemimpinan atau leadership kini menjadi faktor penting bagi calon dokter, terutama dalam menghadapi pasien setelah lulus dan menjadi seorang dokter nantinya.

Hal itu ditegaskan Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Imran Pambudi MPHM saat memberikan materi Kuliah Tamu bertema “Dari Klinis ke Kebijakan: Peran Dokter dalam Transformasi Kesehatan Nasional dan Global” di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unair di Aula FK Unair, Jumat (10/7/2026).

dr Imran mengatakan, saat ini dokter memiliki peran yang sangat penting. Sebab, tidak hanya menangani pasien yang sakit, namun juga orang yang dalam keadaan sehat agar tidak sakit.

“Ada pergeseran-pergeseran kalau dulu dokter itu hanya mengurusi pasien, ternyata sekarang bukan hanya mengurusi pasien, tapi ngurusi yang sehat pun supaya nggak sakit jadi peran yang cukup penting bagi mereka,” ujarnya.

Melalui momentum ini, dr Imran juga mengenalkan beberapa program dari Kementerian Kesehatan kepada para calon dokter agar nantinya bisa dijalankan. Salah satunya, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas terdekat.

Ia menyoroti, saat ini mulai terjadi pergeseran penyakit yang diderita lansia (lanjut usia), seperti hipertensi, namun terjadi pada usia yang lebih muda, dan jumlahnya meningkat empat persen. Sehingga, usia pertengahan atau usia 40 tahun dianjurkan mulai menjaga pola makan dan hidup sehat.

Baca Juga:  Dirut BPJS Kesehatan Bekali 96 Dokter Spesialis Baru FK Unair, Program JKN

“Saat ini orang-orang yang disable (cacat) itu semakin muda. Kalau dulu umur 55-60 tahun baru mulai pelupa, demensia. Ini menunjukkan bahwa mulai meningkat kedisabilitasan tadi setelah umur 43 tahun meningkat 4 persen. Kemudian, masuk umur 53 tahun meningkat lagi. Kalau mau sehat di usia lanjut, harus dimulai pada saat middle age (usia pertengahan), mulai 40 tahun harus kita jaga. Salah satu hal yang saat ini gencar dilakukan adalah melakukan CKG (cek kesehatan gratis),” ungkap Alumni FK Unair 1991 itu.

dr Imran menjelaskan, pemeriksaan CKG yang diberikan sesuai dengan kelompok umur. Mulai dari pemeriksaan kelainan bawaan pada bayi baru lahir, pengukuran pertumbuhan (berat badan dan tinggi badan) dan perkembangan (bagi balita).

Selain itu, pengukuran tekanan darah, gula darah, dan fungsi ginjal, serta pemeriksaan indera mulai mata dan telinga, hingga pemeriksaan gigi, jiwa, dan lain-lain.

“Waktu diskrining itu awal mula tahu masalah, jadi tidak nunggu beratnya dulu. Kita harus semakin kencang untuk bicara tentang health promotion atau promosi kesehatan, intinya menjaga orang sehat tetap sehat, kalau kuratif mengobati yang sakit. Kita harus membudayakan yang sehat tadi,” jelasnya.

Baca Juga:  Unusa Terima 10 Mahasiswa Angkatan Pertama PPDS Paru dan Obstetri-Ginekologi

Selain itu, para mahasiswa maupun calon dokter juga harus bisa menjaga pola hidup sehat meskipun di tengah kepadatan aktivitas kuliah. Salah satunya, dengan mengatur waktu diri sendiri.

“Aktivitas fisik minimal paling tidak 30 menit harus terstruktur dan diagendakan. Setiap pagi jalan 30 menit, kalau tidak bisa yaa wall sit kemudian crunch itu aja dilakukan secara rutin agar membuat tubuh kita tetap sehat. Secara ilmu, mulai 30 tahun itu otot kita berkurang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dekan Fakultas Kedokteran Unair Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati SpOG SubspUrogin-RE menegaskan, kuliah tamu ini penting bagi calon dokter, terutama untuk membuka wacana saat mahasiswa lulus dan menjadi dokter.

Menurutnya, seorang tenaga kesehatan maupun dokter tidak cukup hanya dengan memiliki wawasan medis. Namun, saat ini juga harus diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi, leadership, manajerial hingga melek teknologi, bahkan akhlak mulia dan morality.

Baca Juga:  Unair Peringkat 276 Dunia versi QS WUR 2027 dan Tempati Tiga Besar Indonesia

“Ada istilah dulu ada five star doctor, kemudian ada seven star doctor (dokter bintang tujuh), sekarang ada yang bilang nine star doctor (dokter bintang sembilan), nanti kita bikin juga ten star doctor, artinya dokter tidak hanya memberikan pelayanan tapi kemampuan lain, banyak seperti leadership, manajerial, komunikator, inovator, bahkan kalau perlu dokter punya akhlak mulia dan morality. Harus paket lengkap,” tegasnya.

Menurutnya, calon dokter ini sebelumnya juga mendapatkan mata kuliah tentang komunikasi di awal semester bersama dengan mahasiswa lain yang berbeda fakultas melalui Belajar Pendidikan Dasar Bersama, mulai Ilmu Keagamaan, Bahasa Inggris hingga Komunikasi Kesehatan.

“Karena prinsipnya itu hubungan dokter dengan pasien berawal dari trust. Membangun trust pasien kepada kita. Kalau pasien sudah trust kepada kita, maka percaya apa yang kita sampaikan dan lakukan. Masalah trust ini juga bagaimana akan membawa komunikasi yang baik,” pungkasnya. (aci)