Pendidikan
Penerbit Erlangga Luncurkan Erklika Lab, Hadirkan Pembelajaran STEAM Berbasis Hybrid Learning untuk Sekolah

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Transformasi pembelajaran berbasis teknologi terus didorong untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital. Menyikapi kebutuhan tersebut, Penerbit Erlangga meluncurkan Erklika Lab for STEAM Education, sebuah platform hybrid learning yang mengintegrasikan buku cetak dengan laboratorium virtual interaktif guna mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, dan bermakna.

Peluncuran produk berlangsung di Grand Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (23/6/2026) yang dihadiri perwakilan Penerbit Erlangga, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, praktisi pendidikan, serta sejumlah figur publik yang peduli terhadap pengembangan dunia pendidikan.

Erklika Lab merupakan seri buku projek kokurikuler untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA yang dirancang untuk membantu sekolah menerapkan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).

Produk ini juga mendukung implementasi kegiatan kokurikuler sebagaimana diamanatkan dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Baca Juga:  Toko Buku Gramedia Resmi Buka di Banyuwangi, Gramedia Banyuwangi merupakan Toko Gramedia ke 149 di Indonesia

Melalui konsep hybrid learning, Erklika Lab memadukan buku cetak dengan Virtual Lab yang dapat diakses melalui laman erklika.id.

Platform digital tersebut menyediakan beragam fitur pembelajaran interaktif, seperti learning map, mini games, pop-up quiz, video pembelajaran, praktikum virtual, hingga tabel pengamatan digital yang dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.

Buku pendamping juga dilengkapi berbagai fitur penunjang, di antaranya Mind Map Lipat untuk melatih pola pikir sistematis, Product Launchpad sebagai ruang menampilkan hasil karya siswa, serta lembar refleksi yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan evaluatif.

Baca Juga:  Stefani Gabriela Tulis Buku Perdana Berjudul "Setelah Aku Cut Off Warisan Trauma Keluarga"

Dalam penyusunannya, Erklika Lab melibatkan sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman di tingkat internasional.

Materi untuk jenjang SD disusun Stephany Angelia Tumewu, Ph.D., peneliti pascadoktoral di Gifu University, Jepang.

Sementara materi SMP ditulis Halley Kuncoro, S.T., M.Pd., pendidik bidang teknologi informasi dan matematika di Singapore Intercultural School Jakarta Utara.

Adapun materi untuk jenjang SMA dikembangkan Zamzam Nursani, M.Pd., Alfiansyah Sandion Prakoso, S.Pd., M.Pd., serta Dr. Rini Solihat, M.Si., yang memiliki latar belakang sebagai akademisi dan praktisi pendidikan.

Perwakilan Penerbit Erlangga, Dwi Wahyu mengatakan, peluncuran Erklika Lab merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi pendidikan melalui inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

“Kehadiran Erklika Lab merupakan kontribusi Penerbit Erlangga untuk menghadirkan metode belajar yang lebih kreatif. Kami ingin membantu siswa berani mengeksplorasi ide, mengembangkan kemampuan riset, serta memaksimalkan potensi mereka agar siap menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Hari Puisi Nasional, Dosen FKIP Unusa Luncurkan Buku Kumpulan Puisi

Editor Penerbit Erlangga, Rengganis menambahkan, pendekatan hybrid learning dirancang agar proses belajar menjadi lebih nyaman, aplikatif, dan menyenangkan.

“Melalui konsep HyLearn dan Virtual Lab, kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pembelajaran dapat mendorong lahirnya kemampuan berpikir kritis melalui pengalaman belajar yang interaktif,” katanya.

Melalui Erklika Lab for STEAM Education, Penerbit Erlangga berharap dapat memperkuat pembelajaran kontekstual di sekolah sekaligus mendukung lahirnya generasi yang kreatif, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.

Kegiatan tersebut juga diisi talk show bertajuk “Creating Meaningful Learning for Future Innovators with Erklika Lab” yang menghadirkan Shahnaz Haque, Agatha Chelsea, Bayu Skak, serta praktisi pendidikan Yuliana. (sat)