OJK Jatim Catat Pinjaman Online Tumbuh 19,05 Persen secara Tahunan
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur (OJK Jatim) mencatat, Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau pinjaman online tumbuh 19,05 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) atau mencapai Rp11,969 Triliun per April 2026.
Jumlah pemberi pinjaman mencapai 408 ribu rekening, naik 36,50 persen secara tahunan. Sedangkan, peminjam mencapai 18,014 juta rekening, tumbuh 17,42 persen secara tahunan. Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP-90) tercatat 5,80 persen.
“Untuk Perusahaan Modal Ventura, total penyertaan atau pembiayaan mencapai Rp1,96 Triliun per Maret 2026, tumbuh 4,38 persen secara tahunan dengan Non-Performing Financing (NPF) gross 3,89 persen,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala OJK Jatim Horas VM Tarihoran dalam Media Briefing 2026 di Kantor OJK Jatim, Surabaya, Senin (22/6/2026).
Horas menegaskan, perusahaan pembiayaan membukukan total pembiayaan Rp46,29 Triliun per Maret 2026, terkoreksi minus 2,17 persen secara tahunan, namun masih tumbuh 1,41 persen secara year to date (ytd).
“Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat 3,92 persen. Jumlah kontrak pembiayaan mencapai 409.281 kontrak, didominasi pembiayaan multiguna, investasi, modal kerja, dan syariah ke sektor perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, pertanian, serta akomodasi makan minum,” tegasnya.
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) mencatat total pinjaman yang diberikan Rp176,50 Miliar per Maret 2026, tumbuh 16,42 persen secara tahunan. Aset tumbuh 1,05 persen secara tahunan menjadi Rp274,29 Miliar. Sedangkan, simpanan terkoreksi minus 1,05 persen secara tahunan menjadi Rp38,64 Miliar.
Investor Jawa Timur mencatatkan year to date (ytd) net buy Rp4,127 Triliun dan month to date (mtd) net buy Rp2,679 Triliun.
Per April 2026, Jawa Timur menjadi provinsi dengan Single Investor Identification (SID) terbanyak ketiga nasional, sebanyak 2.989.513 SID, tumbuh 60,47 persen secara tahunan.
Securities Crowdfunding (SCF) juga tumbuh. Jumlah penerbit SCF April 2026 sebanyak 35 pihak, meningkat 12,90 persen secara tahunan. Jumlah pemodal tumbuh 7,71 persen secara tahunan menjadi 8.074 pihak.
Total dana terhimpun SCF mencapai Rp65,79 Miliar, tumbuh 61,66 persen secara tahunan. Mayoritas penerbit SCF berasal dari sektor barang konsumen primer sebanyak 19 penerbit dengan dana terhimpun Rp26,24 Miliar atau 39,89 persen.
Reksa Dana mencatatkan pertumbuhan nasabah institusi 84,83 persen secara tahunan dan nasabah perorangan 44,74 persen secara tahunan per Maret 2026.
“Nilai penjualan reksa dana tumbuh 177,82 persen secara tahunan dalam rupiah dan 627,93 persen dalam dolar Amerika Serikat (USD),” ungkapnya.
Industri Perasuransian mencatat total pendapatan premi Januari hingga April 2026 sebesar Rp6.788,58 Miliar, meningkat 20,61 persen secara tahunan.
Kontribusi premi sebagian besar dari asuransi jiwa dengan pangsa 81,95 persen. Total beban klaim Rp4.866,59 Miliar, naik 18,01 persen secara tahunan dengan komposisi klaim asuransi jiwa 89,22 persen.
Dana Pensiun yang berkantor pusat di Jawa Timur membukukan total aset tersedia Rp4,61 Triliun per April 2026, tumbuh 4,05 persen secara tahunan.
Total investasi Rp4,48 Triliun, tumbuh 3,96 persen secara tahunan. Portofolio didominasi Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2,031 Triliun atau 45,34 persen dari total portofolio Rp4,479 Triliun. Jumlah peserta dana pensiun 20.020 peserta. (aci)


