Berita Sidoarjo
Rembesan Air Muncul Lagi di Tanggul Lumpur Lapindo, Kementerian PU Telah Memantau Rembesan

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Kemunculan rembesan air di sekitar tanggul area peluapan lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, kembali memicu kekhawatiran warga.

Trauma akibat peristiwa jebolnya tanggul pada masa lalu membuat masyarakat waswas rembesan tersebut dapat berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

Salah seorang warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Nico mengatakan, rembesan air dikhawatirkan berdampak pada sejumlah desa di sekitar kawasan tanggul, seperti Desa Gempolsari, Desa Glagaharum, dan Desa Kalitengah yang lokasinya paling dekat dengan titik rembesan.

“Kami tentu khawatir karena berkaca pada kejadian beberapa tahun lalu. Kami berharap rembesan ini segera ditangani agar tidak sampai terjadi tanggul jebol lagi,” ujar Nico, Senin (22/6/2026) sore.

Baca Juga:  BHS Ingatkan BNPB dan Basarnas Siaga di Area Lumpur Lapindo Sidoarjo, Ancaman Belum Berakhir

Menanggapi kekhawatiran warga, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Nalvian menegaskan, rembesan tersebut telah dipantau dan bukan merupakan fenomena baru.

Menurut dia, titik rembesan itu pernah ditangani pada 2024 melalui pembangunan saluran outflow yang mengarahkan aliran air menuju kanal pembuangan (jetty).

Namun, penurunan muka tanah (subsidence) di kawasan tersebut menyebabkan saluran pembuangan kembali tersumbat material lumpur sehingga air meluap ke permukaan.

“Fenomena ini sudah kami petakan. Saat ini proses perbaikan sedang dilakukan, termasuk mengarahkan kembali aliran air agar dapat mengalir ke saluran yang telah disiapkan,” kata Nalvian.

Baca Juga:  PT. Minarak Lapindo Jaya Dukung Satgas Pemkab Sidoarjo, Penyelesaian Ganti Rugi Korban Lumpur Dikebut

Ia menjelaskan, titik rembesan berada pada bagian tanggul yang memiliki elevasi lebih rendah dibandingkan area di sekitarnya. Elevasi di lokasi tersebut sekitar 8,9 meter, sedangkan bagian lain tanggul telah mencapai sekitar 10,3 meter.

Karena itu, Kementerian PU memprioritaskan peninggian tanggul di titik tersebut sebagai langkah mitigasi untuk mencegah potensi luapan.

Selain melakukan perbaikan fisik, Kementerian PU juga terus memantau kondisi infrastruktur pengendali lumpur melalui sistem pemantauan ketinggian air.

Baca Juga:  Mesir Berpeluang Besar Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, setelah Kalahkan Selandia Baru, Iran Tidak Terkalahkan, Ini Hasil Lengkap dan Klasemen Sementara Grup G

Pemantauan dilakukan menggunakan parameter yang meliputi level normal, waspada, siaga, hingga kondisi yang dinilai membahayakan.

“Kami terus memastikan elevasi air tetap berada pada kondisi normal sehingga keamanan tanggul tetap terjaga,” ujar Nalvian.

Kementerian PU juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah memastikan penanganan di lapangan terus dilakukan untuk menjaga keamanan kawasan tanggul serta melindungi masyarakat yang bermukim di sekitarnya. (sat)