Dirut BPJS Kesehatan Bekali 96 Dokter Spesialis Baru FK Unair, Program JKN

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito SpJP(K) FIHF AA MMRS memberikan pembekalan kepada 98 calon dokter spesialis baru Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).

Pembekalan tersebut, terutama mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang harus dipahami sejak awal demi menjaga mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Sebab, para lulusan baru ini akan langsung terjun menjadi Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) di berbagai rumah sakit, setelah dilantik pada Rabu (24/6/2026) pagi.

dr Prihati mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai pendekatan intervensi, salah satunya melalui jalur digital untuk mengurai antrean pasien BPJS Kesehatan yang masih banyak dikeluhkan masyarakat. Termasuk menerapkan sistem tata ruang penempatan dokter.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan dan Lembaga Pengawas Gelar Forum SERASI Perkuat Mutu Layanan JKN

“Antrean kita usahakan untuk berkurang dengan berbagai macam cara dan pendekatan. Pertama menggunakan digitalisasi, jadi pasien sebelum datang bisa mendaftar secara online,” ujarnya di Aula FK Unair, Selasa (23/6/2026).

“Kami juga menggunakan program grafis yang sudah mengatur penempatan dan distribusi spesialis itu. Jadi, tidak saling bertumpukan dan tidak saling overlap di antara rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” sambungnya.

Baca Juga:  Diakui Nasional, RS UMM Raih Pujian Dirut BPJS Kesehatan atas Komitmen Layanan Prima

dr Prihati menegaskan, para dokter diingatkan untuk berkomitmen penuh pada jam praktik agar sesuai dengan janji layanan. Di sisi lain, masyarakat juga diminta memaklumi jika sesekali terjadi pergeseran waktu akibat kondisi darurat medis.

“Kita selalu mengingatkan para dokter itu tepat melaksanakan praktik lainnya untuk mengurangi antrean. Namun, sering kali memang kita terkendala dengan situasi emergency yang menyebabkan perhatian dokter berubah kepada situasi yang lebih membutuhkan. Ini harus dimengerti masyarakat,” tegasnya.

Dekan FK Unair Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati SpOG Subsp Urogin-RE mengatakan, kehadiran Direktur Utama BPJS Kesehatan menjelang pelantikan dokter spesialis baru FK Unair ini agar para lulusan memahami regulasi saat bertugas di lapangan. Menurutnya, ilmu klinis yang tinggi harus dibarengi dengan pemahaman birokrasi pembiayaan yang benar.

“Kami ingin membuat para dokter spesialis yang nanti bekerja melayani masyarakat itu mengenal BPJS dengan segala aturannya. Jangan sampai ketika bekerja di lapangan, mereka sudah punya ilmunya, kemampuan klinis, dan keterampilan teknis, tapi tidak memahami aturan terkait jaminan kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  KONI Surabaya Gandeng RS Ubaya dan BPJS TK, Perkuat Perlindungan Kesehatan Atlet

dr Eighty menyebut, ketidakpahaman regulasi JKN selama ini sering memicu masalah administratif antara pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan, yang berujung pada penolakan klaim.

“Khawatirnya seperti yang disampaikan Pak Direktur, sudah dikerjakan, ternyata tidak sesuai aturan. Mungkin teman-teman media sudah banyak mendengar bagaimana rumah sakit mengembalikan (pasien/klaim) karena yang dilakukan belum sesuai dengan aturan yang ditetapkan jaminan kesehatan,” terangnya.

Ia berharap pembekalan ini menjadi modal berharga bagi 96 dokter spesialis baru FK Unair agar dapat bertugas secara aman, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan pasien di tempat kerja masing-masing.

“Harapan kami, calon spesialis ini besok dilantik lulus bukan hanya dibekali kemampuan akademik dan keterampilan, tapi juga pemahaman tentang aturan-aturan tentang jaminan kesehatan,” pungkasnya. (aci)