Pendidikan
Hari Puisi Nasional, Dosen FKIP Unusa Luncurkan Buku Kumpulan Puisi

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperingati Hari Puisi Nasional dengan menggelar kuliah pakar sastra, parade pembacaan puisi, serta mengenalkan buku puisi karya dosen di Ruang Theater Lantai 2 Kampus C Unusa Surabaya, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Unusa dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus mendorong mahasiswa agar lebih dekat dengan dunia sastra dan pemikiran reflektif.

Mengusung tema “Puisi sebagai Sarana Berpikir Kritis dan Reflektif”, kegiatan ini diikuti mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dosen, serta pegiat sastra Jawa Timur.

Peringatan Hari Puisi Nasional jatuh setiap 28 April, untuk mengenang wafatnya penyair legendaris, Chairil Anwar, pada 1949. Tahun ini adalah peringatan Hari Puisi Nasional ke-77 tahun.

Baca Juga:  Unusa Kukuhkan 227 Wisudawan, Rektor Ingatkan Tantangan Dunia Kerja di Era Disrupsi

Di Unusa, momentum Hari Puisi Nasional ditandai dengan peluncuran buku kumpulan puisi berjudul Belajar Mencintai-Mu karya Dr Suharmono Kasiyun, dosen FKIP Unusa. Buku tersebut menghadirkan refleksi tentang makna cinta dalam dimensi personal, sosial, dan spiritual.

Dekan FKIP Unusa Dr Nafiah mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya kampus menghadirkan ruang literasi yang hidup dan relevan bagi generasi muda.

“Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, merenung, dan memahami kehidupan secara lebih mendalam. Puisi menjadi salah satu medium penting untuk menumbuhkan hal tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:  Perkuat Kolaborasi Pendidikan Australia dan Indonesia melalui #AussieBanget Roadshow di UINSA Surabaya

Menurutnya, peluncuran buku karya dosen juga menjadi bukti bahwa tradisi akademik di kampus tidak berhenti pada ruang kelas, namun terus berkembang melalui karya nyata yang dapat dinikmati masyarakat luas.

“Mahasiswa perlu melihat bahwa dosen bukan hanya mengajar, tetapi juga berkarya. Ini menjadi inspirasi agar budaya menulis, membaca, dan berkreativitas terus tumbuh di lingkungan kampus,” ungkapnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh sastra dan media Jawa Timur, di antaranya Aming Aminoedin, Toto Sonata, Amang Mawardi, serta Riadi Ngasiran. Mereka turut memberikan pandangan mengenai pentingnya sastra dalam membangun karakter, kepekaan sosial, dan nilai kemanusiaan.

Baca Juga:  Wamendag Isi Kuliah Umum di Unair, Soroti Peran Penting UMKM di Indonesia

Selain diskusi dan peluncuran buku, acara juga diramaikan dengan parade pembacaan puisi oleh sastrawan dan mahasiswa FKIP Unusa. Penampilan tersebut mendapat antusiasme peserta dan menjadi ruang ekspresi kreatif generasi muda.

Melalui momentum Hari Puisi Nasional, Unusa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ekosistem akademik yang memadukan ilmu pengetahuan, seni, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian dari pembangunan peradaban. (aci)