PT PAL Indonesia Perkuat Sinergi TNI dan Industri Pertahanan Indonesia

SURABAYA, SURYAKABAR.com – PT PAL Indonesia menerima kunjungan Tim Tugas Pemantauan Objek Vital Pertahanan Nasional untuk meninjau kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan operasional TNI.

Kunjungan tersebut juga membahas tantangan dan kebutuhan penguatan industri pertahanan nasional. Peninjauan meliputi fasilitas dan galangan, kemampuan maintenance, repair and overhaul (MRO), sumber daya manusia, penguasaan teknologi, hingga kesiapan industri pendukung.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan pertahanan dan sinergi antara TNI dan industri pertahanan dalam negeri.

SEVP Transformasi Manajemen PT PAL Indonesia Taat Siswo Sunarto mengatakan, perusahaan terbuka terhadap pemantauan dan masukan untuk meningkatkan kapabilitas.

Baca Juga:  Sinergi PT PAL Indonesia dan PT BKI Perkuat Industri Maritim Nasional

“Harapannya, kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi TNI dan PT PAL Indonesia dalam mendukung kemandirian dan kesiapsiagaan pertahanan nasional,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).

Sejumlah isu strategis turut dibahas, antara lain kesiapan galangan nasional mendukung MRO ITS Garibaldi/KRI Gajah Mada, perkembangan transfer of technology (ToT) kapal selam, serta penguatan industri pendukung.

Taat menegaskan, penguatan industri pertahanan membutuhkan ekosistem yang saling terhubung. Industri komponen, pemasok, sumber daya manusia, teknologi, dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membangun rantai pasok pertahanan yang kuat.

Baca Juga:  Lloyd’s Register Apresiasi Kapabilitas PT PAL Indonesia Bangun Kapal Berkompleksitas Tinggi

Sebagai national consolidator, PT PAL Indonesia terus mendorong kolaborasi erat dengan para pelaku industri dalam negeri.

Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, serta mendorong penggunaan material dan komponen lokal yang berkualitas sesuai standar marine class dan global.

Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sehingga, pemenuhan kebutuhan pertahanan nasional dapat ditopang oleh kekuatan industri dalam negeri secara mandiri.

Baca Juga:  KPPU Surabaya Bekali Calon Advokat Pahami Hukum Acara Persaingan Usaha

Ketua Tim Tugas Pemantauan Laksma Octave Ferdinal menjelaskan, kegiatan pemantauan lapangan dilakukan untuk melihat langsung capaian, tantangan, sekaligus kebutuhan PT PAL Indonesia.

“Pemantauan ini bukan hanya untuk menilai capaian PT PAL, tetapi juga untuk mendengar langsung persoalan di lapangan. Temuan-temuan ini akan menjadi perhatian pimpinan untuk segera ditindaklanjuti. Karena kami percaya, kesiapan TNI berawal dari industri pertahanan yang kuat,” jelasnya.

Ke depan, melalui sinergi dengan TNI dan seluruh pemangku kepentingan, PT PAL Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas galangan, penguasaan teknologi, pengembangan SDM, serta memberdayakan industri pendukung.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan pertahanan nasional yang tangguh dan mandiri. (aci)