Pendidikan
Tiga Buku Cerita Karya Siswa Sampoerna Academy Surabaya Diluncurkan di Literacy Day 2026

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Sampoerna Academy Surabaya menghadirkan tiga buku cerita karya siswanya sebagai bagian dari upaya memperluas literasi membaca anak di tengah capaian kompetensi literasi tingkat dasar yang masih rendah.

National Principal Sampoerna Academy Surabaya Maharsi Palupining Rini mengatakan, pengenalan buku cerita ini dilakukan dalam rangka Literacy Day 2026 untuk memperingati Hari Literasi Internasional ke-60.

“Kami ingin mengajak siswa melihat literasi bukan hanya tentang seberapa banyak anak membaca, tetapi juga tentang seberapa baik mereka memahami dan memaknai apa yang dibaca,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).

Program penulisan buku ini dilatarbelakangi data Asesmen Nasional 2025 yang menunjukkan baru 55,7 persen siswa sekolah dasar (SD) mencapai batas minimum kompetensi literasi membaca.

Kondisi itu mendorong Sampoerna Academy merancang proyek yang tidak hanya menempatkan siswa sebagai pembaca, namun juga sebagai penulis.

Baca Juga:  LAMORA Kota Lama Surabaya Salurkan 40 Buku untuk Dukung Sudut Baca Literasi Sekolah

Tiga buku yang dihasilkan mengusung tema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Karya ini merupakan hasil kolaborasi siswa, dengan tulisan dibuat siswa dan ilustrasi dikerjakan rekan sekelas.

Salah satu karya berjudul Panen Kekuatan Rahasia yang ditulis Aireen Angelie Effendy. Buku ini menulis tentang manfaat nutrisi dari makanan sehat dengan mengemasnya dalam gagasan tentang kekuatan super.

“Saya menyadari banyak teman tidak terlalu suka makan buah dan sayur meskipun tahu itu sehat. Saya membuat nutrisi ini menjadi kekuatan super,” katanya.

Buku kedua berjudul Minggu yang Menyenangkan karya Alicia Georgia Marcia Oscar. Cerita ini mengangkat kegiatan rutin Alicia bersama keluarga pada akhir pekan, seperti beribadah dan menonton televisi.

Baca Juga:  Stefani Gabriela Tulis Buku Perdana Berjudul "Setelah Aku Cut Off Warisan Trauma Keluarga"

Dalam proses penulisannya, Alicia menghadapi tantangan dalam penggunaan bahasa Indonesia karena lebih terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian.

“Saya lebih mudah berekspresi dalam bahasa Inggris. Jika tidak tahu cara mengucapkannya, saya menerjemahkannya lalu mencari padanan kata lain,” ungkapnya.

Tantangan serupa juga menjadi perhatian guru yang mendampingi proses kreatif para siswa. Koordinator National Subject Sampoerna Academy Surabaya Martha Engeline Mahanani menjelaskan, guru bahasa Indonesia berperan sebagai mentor agar siswa dapat mengembangkan gagasan sekaligus menemukan pilihan kata yang sesuai.

“Tantangan kami sebagai guru bahasa Indonesia adalah menjadi mentor mereka. Kami mendampingi mereka mencari pilihan kata yang baik,” jelasnya.

Sedangkan, buku ketiga berjudul Di antara Ombak dan Bisikan. Karya ini ditulis Annabel Gladys Tjipto dengan ilustrasi dari Eugene Poh, Miranda, dan Jennifer.

Selain dikenalkan, buku-buku karya siswa ini diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Penyerahan ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan karya siswa sekaligus mendukung penguatan ekosistem literasi di tingkat daerah.

Baca Juga:  DJP Jawa Timur I Serentak Selenggarakan Pajak Bertutur 2026, Gatotkaca Bertutur Pajak "Pajak Kita, Energi Generasi Juara"

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya Dra Novelija SH mengatakan, karya siswa yang diterima pemerintah kota tidak sekadar ditempatkan sebagai koleksi perpustakaan.

“Karya siswa yang kami terima bukan hanya menjadi koleksi, melainkan bagian dari ruang belajar untuk menginspirasi anak-anak lain,” terangnya.

Kehadiran tiga buku ini menjadi bagian dari Literacy Day 2026 yang mengangkat tema “Literacy for People, the Planet, and Prosperity”.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mempraktikkan literasi melalui proses membaca, memahami, menulis, dan menghasilkan karya yang dapat dibaca orang lain. (aci)