Berita Sidoarjo
Lahan BUMDes Disulap Jadi Wisata Petik Melon, 3 Bulan Sekali Panen 400 Buah

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Memanfaatkan lahan kosong milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Panjunan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo dijadikan greenhouse buah melon menggunakan sistem full hidroponik.

Selain bisa menghasilkan melon hingga lebih 400 buah dalam tiga bulan sekali panen, greenhouse ini juga dijadikan sebagai Wisata Petik Melon bagi warga sekitar, pelajar hingga masyarakat umum.

Berbagai jenis melon ditanam di lahan seluas 8 x 17 meter persegi ini, mulai dari jenis Dalmatian, Sweet Lavender, Sweet Golden hingga Minion.

Direktur BUMDes Panjunan yang juga penggagas greenhouse melon hidroponik, Syaiful Soemarsono mengatakan, lahan kosong milik BUMDes ini dibangun untuk mendukung program pemerintah, yakni Program Ketahanan Pangan yang difokuskan pada pencapaian swasembada pangan nasional berkelanjutan serta pemerataan akses gizi masyarakat.

Baca Juga:  Green House Puspenerbal Juanda Hasilkan 1,5 Ton Melon Premium, Siap Jadi Wisata Edukasi

“Kebetulan saya Direktur BUMDes Panjunan. Nah, dana BUMDes itu sekitar Rp190an juta. Ini saya jadikan bangunan, gudang, greenhouse, isi material dan modal buat putarnya,” ujar Syaiful, Kamis (10/9/2026).

Syaiful menjelaskan, budidaya melon di greenhouse hidroponik ini bisa menghasilkan hingga 400 buah dalam sekali panen, dengan berat rata-rata 1,5 kilogram (kg) atau mencapai 600 kg dalam sekali panen. Biasanya, melon di greenhouse ini dipanen dalam waktu tiga pekan.

Meski demikian, kendala utama dari greenhouse sistem hidroponik ini bukan hama, namun muncul jamur karena dampak dari cuaca bediding atau kondisi ketika suhu udara terasa lebih dingin dibandingkan waktu normal.

Baca Juga:  Bikin Panen Melonjak Tajam, UMM Gandeng Pemkab Bondowoso Bangkitkan Pertanian Organik

“Melon ini panen tiga bulan sekali. Kita jual wisata petik melon. Orang datang ke sini, metik, nimbang langsung bayar. Mereka warga sekitar sini, ada juga pembeli langganan. Ini kan melon premium, melon impor. Memang lebih murah dan kualitas lebih unggul,” jelasnya.

Syaiful menyebut, untuk jenis melon Dalmatian dihargai Rp30 ribu per kg, Sweet Lavender Rp27 ribu per kg, Sweet Golden Rp27 ribu per kg, dan Minion Rp25 ribu per kg.

Baca Juga:  Jatim Fest 2026 Siap Digelar, Pastikan Transaksi Pembayaran Digital melalui QRIS

“Sekali panen, petik wisata, 100 persen (melon) laku semua. Ada grade 1, 2, 3 kalau tidak laku diambil pengepul. Karena ini kualitas ekspor ada distributor dan dijual ke mitra, reseller dijual bisa pakai brand sendiri. Yang pasti greenhouse ini menyiapkan petani modern, kondisi bersih, teknologi maju, dan buah yang dipanen cantik,” tegasnya.

Dari wisata petik melon ini, Syaiful berencana mengembangkan lebih luas dengan memanfaatkan lahan warga dan memberikan bibit nanas di polybag. Nantinya, bibit nanas yang ditanam bisa dirawat selama setahun, dan setiap tiga bulan tumbuh. (aci)