Pertamina Patra Niaga dan PT PAL Kerja Sama Pengembangan Kapal dan Fasilitas Maritim

JAKARTA, SURYAKABAR.com – PT PAL Indonesia dan PT Pertamina Patra Niaga bekerja sama dalam pengembangan kapal dan fasilitas maritim (marine facility).

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra di Wisma Danantara, Jakarta.

Kolaborasi yang direncanakan selama dua tahun ini mencakup pengembangan dalam pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan kapal, serta marine facility milik PT Pertamina Patra Niaga beserta anak usahanya. Termasuk, pengembangan konversi aset kapal menjadi fungsi alternatif yang memiliki nilai tambah komersial.

Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan sinergi dalam pemanfaatan produk energi dan turunannya dari PT Pertamina Patra Niaga beserta afiliasinya, seperti bahan bakar, pelumas, grease, dan refrigerant, guna mendukung kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal, infrastruktur terminal, serta operasional galangan PT PAL Indonesia.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem maritim nasional melalui optimalisasi kapabilitas industri dalam negeri, sehingga mampu mendukung ketahanan energi, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga:  PT PAL Indonesia Perkuat Keandalan KM Umsini dengan Modernisasi Sistem

“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi kebutuhan sektor energi nasional sekaligus memperkuat kemandirian industri maritim Indonesia. Sinergi ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk menghadirkan inovasi dan optimalisasi aset strategis nasional,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan, kolaborasi dengan PT PAL merupakan langkah strategis untuk memastikan keandalan infrastruktur pendukung distribusi energi nasional.

Menurutnya, pemenuhan layanan energi dari Sabang sampai Merauke yang dilakukan Pertamina Patra Niaga menuntut kesiapan armada laut yang spesifik dan tangguh.

Selain itu, kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) Pertamina Patra Niaga sering kali menghadapi rute distribusi yang menantang secara geografis.

Baca Juga:  IHH Healthcare Malaysia di Surabaya Optimistis Dihadiri Lebih 20 Ribu Pengunjung

Tidak hanya mengarungi lautan, kapal-kapal tersebut juga harus masuk ke badan sungai demi menjangkau wilayah dengan kebutuhan energi skala kecil yang tersebar.

“Banyak daerah yang memiliki kebutuhan energi dalam skala kecil dan tersebar, sehingga kami harus menyiapkan armada kapal yang mampu melakukan dua hingga tiga kali bersandar secara efektif sesuai kondisi geografis setempat,” tegasnya.

Penandatanganan MoU ini turut disaksikan jajaran pimpinan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yakni Managing Director Industrialization Danantara Ardy Muawin dan Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro.

Baca Juga:  Pertamina Luncurkan Produk Baru Diesel X, BBM Bersulfur Rendah

Hadir pula Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, serta jajaran direksi PT Pertamina Patra Niaga dan jajaran direksi PT PAL Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ardy Muawin menekankan pentingnya sinergi antarperusahaan strategis nasional sebagai fondasi dalam membangun ekosistem industri yang lebih efisien, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia.

Ke depan, PT PAL Indonesia dan PT Pertamina Patra Niaga akan menindaklanjuti MoU melalui identifikasi berbagai proyek strategi yang saling menguntungkan.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja kedua perusahaan, namun juga memperkuat industri maritim nasional sebagai penopang sektor logistik dan energi, sekaligus memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (aci)