Pendidikan
TK Al Falah Darussalam Tropodo Sidoarjo Simulasi Idul Adha, Ajarkan Nilai Berbagi

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – 180 Siswa jenjang TK A dan TK B, TK Al-Falah Darussalam Tropodo Sidoarjo mengikuti simulasi Idul Adha bertema “Belajar Qurban, Belajar Berbagi” di halaman sekolah, Selasa (26/5/2026).  

Lantunan takbir yang dikumandangkan bersama-sama menjadi pembuka kegiatan tersebut. Kemudian guru bercerita singkat tentang kisah Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As yang menjadikan dasar perayaan Idul Qurban.

Setelah itu, siswa diajak role play merawat hewan qurban dengan memberi “rumput” mainan dan mengelus sapi.

Puncaknya, anak-anak dikenalkan makna qurban dengan bermain role play berqurban sapi yang dibuat dari kardus bekas kemasan kulkas.

Baca Juga:  Ratusan Anak KB-TK Al Falah Darussalam Tropodo Sidoarjo Ikuti Peragaan Manasik Haji

Panitia Qurban ada yang bertugas sebagai pengulitan hewan Qurban, pencincangan daging qurban mainan, menimbang daging mainan, kemudian “membagikan daging mainan” kepada teman- teman dengan menukar kupon pengambilan daging dan membuat sate Qurban.

Kepala TK Al-Falah Darussalam, Fatimatuz Zahra, S.Pd. M. Pd. menyampaikan tujuan utama kegiatan ini agar anak memahami makna Idul Adha.

“Kami ingin anak-anak memahami makna Idul Adha adalah sebagai keteguhan iman, tentang ketaatan, sabar, dan berbagi melalui simulasi berqurban,” jelasnya.

Baca Juga:  Siswa SMP Al Falah Darussalam Sidoarjo Raih Juara 1 Olimpiade Internasional di Thailand, Bupati Subandi Beri Apresiasi di Peringatan Hari Lahir Pancasila
Baca Juga:  12 Kloter Jemaah Haji Gelombang Pertama Diberangkatkan dari Jeddah ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper

Anak-anak terlihat ceria saat menerima daging mainan qurban ini.  “Dagingnya ini mau dibuat sate ya ustadzah, ini seperti daging beneran lo,” kata Sharga, siswa A1.

Dengan simulasi ini, TK Al-Falah Darussalam berharap anak-anak dapat memahami nilai-nilai Idul Adha dengan pengalaman langsung yang menyenangkan.

“Semoga semangat berbagi dan peduli terus bertumbuh pada diri anak-anak sampai kapan pun. Allahu Akbar,” tandas Fatimatuz Zahra. (*)