Allievo Futsal Championship 2026
Dramatis, SMAN 1 Waru Juara Allievo Futsal Championship 2026, Menang Adu Tendangan Penalti di Final Lawan SMA Antartika

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Laga final kategori putra SMA/SMK/MA Allievo Futsal Championship 2026 Regional Sidoarjo berlangsung ketat. Tim futsal SMAN 1 Waru akhirnya tampil sebagai juara, setelah meraih kemenangan 3-2 (0-0) atas SMA Antartika Sidoarjo lewat drama adu tendangan penalti di GOR Sidoarjo, Rabu (29/7/2026) petang.

Mengawali pertandingan SMA Antartika menurunkan komposisi pemain M Gibran, M Reyhan, Alik Ubaidillah, M Fariz dan kiper M Aflah, sementara SMAN 1 Waru memainkan M Hamza, S Avaro Azfar, M Naufal, M Aditya R dan kiper Kenzie Javas.

SMA Antartika langsung menekan. Tim asuhan Mochammad Rama Ardiansyah membuka peluang menit 5 lewat counter attack.

Raditya Dwi yang mendapat umpan lambung dari sektor pertahanan tinggal berhadapan dengan kiper SMAN 1 Waru, Kenzie Javas.

Kenzie cukup sigap. Siswa kelas XI itu keluar sarang menutup ruang tembak Raditya. Akhirnya Raditya memilih melambungkan bola diatas kepala Kenzie dan bola melintas di atas mistar gawang.

Motor serangan SMAN 1 Waru, M Hamza nyaris menjebol gawang SMA Antartika menit 9. Tendangan keras Hamza dari sektor kiri pertahanan SMA Antartika bola mengenai tiang gawang dan bergulir ke lapangan permainan.

Baca Juga:  Ini Hasil Pertandingan Lengkap Babak Penyisihan, SMAN 1 Gedangan, SMAN 1 Waru dan SMAN 4 Sidoarjo Lolos ke 16 Besar Piala Suryakabar 2023 Regional Sidoarjo

Tekanan SMA Antartika kembali melahirkan peluang menit 11. Gibran yang menempati posisi anchor mengirim umpan terobosan ke Raditya Dwi yang berada di mulut gawang SMAN 1 Waru. Hanya sekali sentuh dengan teknik backheel, arah bola mampu dibaca kiper Kenzie.

Lebih sering mendapat tekanan, SMAN 1 Waru memilih menunggu di daerah sendiri. Tim asuhan Mifta Farid merapatkan pertahanan. Strategi ini membuat SMA Antartika kesulitan menjebol gawang SMAN 1 Waru. Hingga babak pertama berakhir skor imbang 0-0.

Mengawali babak kedua, SMAN Antartika langsung tancap gas. Mereka kembali mengurung pertahanan SMAN 1 Waru.

Perlahan SMAN 1 Waru keluar dari tekanan. Peluang pertama di babak kedua dimiliki SMAN 1 Waru menit 19. Tendangan bebas M Hamza bola menerpa tiang gawang dan bergulir ke lapangan permainan.

Baca Juga:  Pengembangan Talenta Muda Indonesia Lewat Wondr Futsal Series 2026

Kesulitan membongkar rapatnya pertahanan SMAN 1 Waru, pemain SMA Antartika mulai panik. Kendari mereka rapi membangun serangan dari bawah, namun ketika memasuki zona pertahanan SMAN 1 Waru, sering terjadi salah passing dan miskomunikasi. Penyelesaian akhir SMA Antartika buruk dan menjadi titik lemah di laga ini.

Selain itu penampilan cemerlang penjaga gawang SMAN 1 Waru Kenzie Javas di pertandingan final mampu menggagalkan beberapa peluang dari SMA Antartika.

Hingga babak kedua berakhir, skor tetap imbang 0-0. Untuk menentukan juara, pertandingan dilanjutkan adu tendangan penalti.

Pada adu tendangan penalti ini, tiga eksekutor SMAN 1 Waru semuanya sukses mencetak gol, sedang dari SMA Antartika hanya dua pemain yang berhasil mencetak gol, sementara satu pemain gagal.

Seiring hasil adu tendangan penalti itu, SMAN 1 Waru sukses menutup pertandingan dengan meraih kemenangan 3-2.

“Kami main normal di pertandingan final. Tidak ada target untuk adu tendangan penalti. Ketika kami mendapat tekanan, kami merapatkan pertahanan. Membuat pertahanan kami serapi mungkin, sehingga lawan kesulitan mencetak gol. Sebaliknya, kalau kami bisa keluar untuk menyerang lawan, kami juga berusaha semaksimal mungkin untuk mencetak gol,” ujar Mifta Farid, Head Coach SMAN 1 Waru menjawab suryakabar.com usai pertandingan.

Baca Juga:  SMAN 1 Wonoayu Juara Grand Champions Piala Surya Kabar 2025, Ini Hasil Pertandingan Lengkap dan Klasemen

Farid menyebut di laga final ini, stamina timnya tinggal sisa-sisa. Ini karena beberapa jam ssebelumnya, SMAN 1 Waru baru tampil di turnamen di Surabaya.

“Ini tadi anak-anak baru main di Surabaya, langsung ke sini. Jadi stamina anak-anak kurang maksimal dan menurun tajam di babak kedua,” paparnya.

Sementara itu Head Coach SMA Antartika Sidoarjo, Mochammad Rama Ardiansyah menyebut penyelesaian akhir timnya menjadi kendala di laga final ini.

“Kita menguasai permainan, tetapi ketika tinggal finishing, kita lemah. Selain itu absennya Alexander dan Davin Agustian karena akumulasi kartu kuning membuat kekuatan kami berkurang,” papar Mochammad Rama Ardiansyah.

SMAN 1 Waru melaju ke final, setelah di semifinal menangĀ 3-2 lewat adu tendangan penalti atas SMK Antartika 2, setelah bermain imbang 3-3 hingga waktu pertandingan normal berakhir.

Sementara SMA Antartika menang 3-0 atas SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo di laga semifinal lainnya. Buntut kekalahan di laga final ini membuat SMA Antartika harus puas finis sebagai runner up.

SMK Antartika 2 dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo yang sama-sama kalah di semifinal, tampil sebagai juara tiga bersama. (es)