Berita Sidoarjo
Puluhan Murid SD di Suruh, Sukodono Diduga Keracunan Kue Odeng, Ditangani Intensif RSU Assakinah Medika Sidoarjo
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Puluhan murid Sekolah Dasar Islam (SDI) Ar Rahmah, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan makanan, setelah mengonsumsi jajanan yang dibeli di lingkungan sekolah, Jumat (7/8/2026).
Sebanyak 21 siswa segera dilarikan ke RSU Assakinah Medika untuk mendapatkan penanganan medis setelah mengalami berbagai keluhan kesehatan.
Humas RSU Assakinah Medika, Resti Dwi Anitasari, membenarkan, rumah sakit menerima puluhan pasien anak, Jumat (7/8/2026) siang.
Seluruh pasien merupakan siswa sekolah dasar yang datang dengan dugaan mengalami keracunan jajanan dan diantar langsung para guru dari sekolah.
“Pada siang hari, kami menerima 21 pasien murid sekolah dasar yang diduga mengalami keracunan. Mereka diantar para guru untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Resti.
Menurut Resti, para siswa datang dengan sejumlah gejala yang bervariasi, mulai dari pusing, nyeri perut, hingga sesak napas.
Berdasarkan informasi awal yang disampaikan pihak sekolah, para siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan berupa kue odeng yang dibeli di lingkungan sekolah.
Setibanya di rumah sakit, seluruh pasien langsung menjalani pemeriksaan oleh tim medis. Penanganan cepat dilakukan untuk memastikan kondisi para siswa tetap stabil sekaligus mencegah kemungkinan munculnya komplikasi akibat dugaan keracunan tersebut.
“Kami mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah yang segera membawa para siswa ke rumah sakit begitu gejala keracunan mulai dirasakan. Menurutnya, respons cepat tersebut sangat membantu proses penanganan medis sehingga kondisi para pasien dapat segera ditangani sesuai prosedur,” jelasnya.
Dari total 21 siswa yang menjalani pemeriksaan, sebanyak enam anak masih menjalani perawatan inap untuk mendapatkan observasi dan terapi lanjutan.
Sementara itu, sebagian siswa telah diperbolehkan pulang, karena kondisinya membaik, sedangkan beberapa lainnya masih menjalani observasi di ruang perawatan.
Kasus dugaan keracunan massal ini menjadi perhatian karena melibatkan anak-anak usia sekolah. Selain penanganan medis terhadap para korban, penyelidikan terhadap penyebab pasti keracunan, termasuk pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menjadi pemicu, diharapkan dapat segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (sat)

