Berita Sidoarjo
Kopilaborasi Forum Wartawan Sidoarjo: Saat Lapangan Desa Jadi Magnet Ekonomi Baru

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Sidoarjo mulai menunjukkan geliat baru dalam pengelolaan lapangan sepak bola desa seiring kebijakan pengalokasian anggaran langsung ke desa yang memungkinkan perbaikan fasilitas olahraga sekaligus mendorong potensi ekonomi lokal.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah lapangan yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak kini bertransformasi menjadi lebih representatif. Bahkan mampu menghasilkan pendapatan melalui sistem penyewaan yang dikelola secara profesional oleh desa.

Berangkat dari potensi tersebut, Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menggelar forum komunikasi bertajuk Kopilaborasi dengan tema Sport Tourism: Branding Lapangan Bola sebagai Ikon Ekonomi Desa.

Kegiatan yang digelar di Teras Manazela, Rabu (29/4/2026) dihadiri berbagai elemen mulai pemerintah, legislatif, media, hingga para pemuda dan pengelola lapangan demi menumbuhkan ide-ide demi meningkatkan potensi tersebut.

Baca Juga:  Nekat Terobos Palang Pintu, Pelanggaran di Perlintasan KA Sidoarjo Mengkhawatirkan dan Mengancam Nyawa

“Dalam lima tahun terakhir, lapangan Desa Keloposepuluh berkembang luar biasa, dari yang sebelumnya jelek hingga sekarang bisa menghasilkan uang dari penyewaan, terutama pada malam hari,” ujar Ketua Forwas M. Taufik.

Taufik menilai, pengelolaan lapangan Keloposepuluh menjadi contoh nyata pengelolaan berbasis desa yang berhasil. Selain perbaikan fisik, pengurus juga melakukan strategi promosi melalui media sosial, sehingga meningkatkan daya tarik penyewa dari berbagai kalangan.

Menurutnya, pengelolaan lapangan di desa tersebut berada di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga seluruh pendapatan yang diperoleh dapat dikelola kembali untuk kepentingan desa, termasuk pengembangan fasilitas dan kegiatan masyarakat.

“Pengelolaan lapangan biasanya berbeda-beda, tapi di Keloposepuluh dimasukkan ke unit BUMDes sehingga pendapatannya bisa dikelola untuk desa,” katanya.

Baca Juga:  Pemuda Desa di Banyuwangi Raup Omset Ratusan Juta dari Budidaya Lele, Sistemnya Pakai Air Jernih

Taufik memberikan contoh selain Lapangan Desa Keloposepuluh, wilayah Kecamatan Sukodono juga memiliki contoh serupa melalui Lapangan Bangsri yang dibangun dari dana pemerintah desa.

Lapangan tersebut dapat disewa oleh umum yang selanjutnya pemasukan tersebut dimanfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat setempat.

Selain itu, dari sisi peningkatan potensi pembinaan pemain lokal, ia menyoroti kurangnya Sidoarjo dalam mencetak atlet sepak bola yang mampu menembus kancah nasional.

Menurutnya, hampir setiap desa di Sidoarjo memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB), meskipun tidak semuanya memiliki lapangan sendiri.

Kondisi ini membuat sebagian SSB harus menyewa atau berbagi fasilitas dengan desa lain untuk kegiatan latihan.
Kondisi tersebut dinilainya dapat membuka peluang kolaborasi antardesa, baik dalam pemanfaatan lapangan maupun penyelenggaraan kompetisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Jadwal Pekan 2 Pro Futsal League 2 2026, Ada Derby Surabaya, Hampton FC Kontra GGFS

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo menyatakan, pihaknya siap mendukung penguatan ekonomi desa melalui pemasangan jaringan internet di area lapangan sepak bola di desa-desa di Sidoarjo.

Dengan begitu, menurutnya, selain dapat meningkatkan nilai jual lapangan itu sendiri, ia berharap lapangan desa tersebut mampu menjadi epicenter kegiatan-kegiatan positif kemasyarakatan yang berdampak bagi kemajuan desa.

Selain itu, Eri juga menyatakan, dirinya akan turut berkomunikasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, guna menyampaikan segala macam aspirasi yang disampaikan perwakilan pemuda dan pengelola lapangan terkait pengembangan potensi pembinaan pemain lokal di tingkat desa.

“Forum diskusi ini adalah bentuk ideal di mana pemerintah memiliki kewenangan terhadap kebijakan yang diterapkan di masyarakat, sementara masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan tersebut, yang kemudian keduanya bertemu di titik tengah melalui forum ini,” kata Eri.

Baca Juga:  Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Pemusatan Latihan Piala AFF 2026, Persija dan Dewa United Paling Banyak

Hal senada turut disampaikan Sekretaris ​​​​​​​Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan.

Ia menyatakan badan legislatif daerah siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi desa serta pembinaan atlet usia muda di Sidoarjo usai mendengarkan aspirasi-aspirasi dari berbagai elemen terkait.

Wawan menilai, lapangan-lapangan sepak bola di Sidoarjo sejatinya lebih unggul dari daerah lain. Maka dari itu, menurutnya, peran pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten sangat penting demi menjaga kualitas lapangan serta menjaga kelangsungan iklim sepak bola di Sidoarjo.

Selain itu, Wawan mengajak para pemuda maupun pengelola lapangan yang hadir untuk aktif dalam mempromosikan lapangan-lapangan tersebut, yang dinilainya dapat sekaligus mempromosikan desa masing-masing hingga dapat menimbulkan multiplier effect terhadap perekonomian desa.

“Semua pihak harus bisa mem​​​​​​​-branding lapangan di desanya demi mem-boost desa masing-masing,” kata Wawan. (sat)