Pendidikan
UMSIDA Gelar International Class Laboratory, Bahas Isu Governance Global Bersama Akademisi Malaysia dan Filipina
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar kegiatan International Class Laboratory.
Kegiatan ini dilaksanakan tiga laboratorium, yakni Laboratorium e-Government, Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan, serta Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan, dengan menghadirkan narasumber internasional dari berbagai perguruan tinggi, Senin (20/4/2026).
Pada Laboratorium e-Government, sesi bertajuk Digital Governance and Public Communication in the Information Society menghadirkan Dr. Kenneth Lee Tze Wui, M.Comm., Ph.D dari Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), Malaysia.
Ia membahas perkembangan digital governance di negaranya serta tantangan dalam membangun komunikasi publik yang transparan dan responsif.
Sementara itu, Laboratorium Governance dan Manajemen Pelayanan Publik mengangkat tema Governance and Public Service Management for Improving Service Delivery dengan narasumber Zshyna Mae Ahmed, MPA dari Pangasinan State University, Filipina.
Dalam paparannya, ia menyoroti isu kualitas pelayanan publik dan pentingnya inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Pada sesi ketiga Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan menghadirkan Dr. Madlyn D. Tingco, DPA dari Pangasinan State University, Filipina, dengan topik Strategic Development Planning for Sustainable Communities. Ia mengulas tantangan perencanaan pembangunan berkelanjutan di tengah dinamika sosial dan lingkungan.
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa Administrasi Publik UMSIDA yang aktif mengikuti diskusi dan membandingkan berbagai praktik kebijakan publik antarnegara.
Ketua Program Studi Administrasi Publik UMSIDA, Ilmi Usrotin Choiriyah, M.AP. menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi pembelajaran.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung isu-isu administrasi publik yang terjadi di berbagai negara dan memperluas wawasan global mereka,” ujarnya.
Dengan menghadirkan narasumber dari Malaysia dan Filipina, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa serta mendorong kolaborasi akademik internasional di lingkungan Univeristas Muhammadiyah Sidoarjo. (sat)



