Ramadhan 2026
Ramadhan Penuh Kepedulian, Komunitas VOID Jatim Bantu Bayi Telantar dan Panti Asuhan di Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan diwujudkan Komunitas Motor VOID Jatim Lossdoll melalui aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi bayi telantar dan anak-anak panti asuhan di Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (7/3/2026) sore.

Bantuan tersebut disalurkan ke Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (UPT PPSAB) Sidoarjo serta Panti Griya Yatim SYD Gedangan.

Kegiatan bakti sosial ini menyasar anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, terutama bayi telantar yang dirawat negara.

Para relawan datang membawa berbagai kebutuhan dasar yang diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan anak-anak di kedua lembaga sosial tersebut.

Baca Juga:  King Abdi dan LMI Sajikan 1.000 Porsi Buka Puasa untuk Warga Nelayan Kenjeran Surabaya

Ketua Panitia Baksos VOID Jatim, Verdi, mengatakan, bantuan yang diberikan berupa berbagai perlengkapan yang dibutuhkan anak-anak. Setiap anak menerima dua setel baju baru, sementara perlengkapan lain yang disalurkan meliputi popok bayi, mainan, tisu, hingga makanan ringan.

Selain bantuan kebutuhan harian, komunitas ini juga menyerahkan sejumlah semen untuk mendukung pembangunan fasilitas di Panti Griya Yatim SYD Gedangan. Hal tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan sarana yang digunakan anak-anak panti dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  PLM Sidoarjo Gelar Buka Bersama Anak Yatim, Dana dari Urunan Harian Anggota

Menurut Verdi, kegiatan berbagi ini sengaja dilakukan pada momentum Ramadhan agar kebahagiaan menjelang Idul Fitri juga bisa dirasakan anak-anak yang kurang beruntung.

“Kami sengaja melakukan kegiatan berbagi di bulan suci Ramadhan agar mereka juga ikut merasakan kebahagiaan saat nanti lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Sosial UPT PPSAB Sidoarjo, Swadaryati, menjelaskan, saat ini lembaganya merawat puluhan bayi telantar dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Total terdapat 45 bayi yang sedang diasuh di tempat tersebut.

Baca Juga:  PWI Sidoarjo Baksos HPN di Bulan Ramadhan, Berbagi dengan Anak Yatim

Jumlah itu masih berada di bawah kapasitas maksimal yang mampu ditampung, yakni 55 anak. “Saat ini tinggal 45 anak, karena kami baru saja merujuk anak-anak yang sudah memasuki usia sekolah ke UPT di Nganjuk,” kata Swadaryati.

Ia menambahkan, setiap tahun rata-rata sekitar 12 anak berhasil diadopsi melalui prosedur resmi yang cukup ketat. Proses adopsi dilakukan secara selektif untuk memastikan masa depan anak-anak tetap terjamin, mulai dari proses pencarian keluarga kandung hingga verifikasi calon orang tua angkat. (sat)