Ramadhan 2026
Kuliner Sidoarjo: Aroma Laut dan Atraksi Wajan Besar, Sensasi Pesisir Nusantara Warnai Buka Puasa di Premier Place Hotel Sidoarjo
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sudut kuliner Wajan Bahari, unit andalan Premier Place Hotel Sidoarjo, berubah menjadi panggung rasa yang memikat.
Denting peralatan masak berpadu dengan aroma rempah laut yang keluar dari wajan besar, menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang bukan sekadar bersantap, tetapi juga pertunjukan kuliner yang hidup.
Ramadhan tahun ini, hotel yang berada di Jalan Raya Bandara Juanda Sidoarjo itu mengusung tema “Pesisir Nusantara”, sebuah perjalanan rasa yang merayakan kekayaan laut Indonesia.
Konsep ini tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan interaksi langsung antara tamu dan proses memasak.
Daya tarik utamanya adalah sajian Seafood Tumpah melalui atraksi live cooking. Di hadapan para tamu, koki hotel dengan cekatan mengolah hasil laut segar di atas wajan besar, menciptakan pemandangan yang menggugah selera bahkan sebelum hidangan tersaji di meja.
Suara desis minyak panas dan harum bumbu khas pesisir menjadi bagian dari pengalaman berbuka yang hangat dan meriah.
Aneka hasil laut seperti udang, cumi, kerang, hingga ikan dimasak dengan racikan rempah yang kuat dan autentik, lalu disajikan melimpah.
Sensasi visual dan aroma yang tercipta seolah membawa tamu berlayar ke berbagai wilayah pesisir Nusantara, dari barat hingga timur Indonesia.
Andy Abidin, Executive Chef Premier Place Hotel Sidoarjo, menjelaskan, konsep ini dirancang untuk menghadirkan keberagaman rasa laut Indonesia dalam satu pengalaman utuh.
“Menu tahun ini memang agak berbeda. Kami fokus pada tema Pesisir Nusantara dengan menghadirkan sekitar 70 menu sepanjang bulan Ramadhan nanti. Fokus kami adalah pada kesegaran bahan laut yang dipadukan dengan teknik memasak live cooking untuk memberikan pengalaman sensorik yang lengkap bagi tamu,” ujar Chef Andy.
Menurutnya, tak hanya menghadirkan banyak pilihan, variasi menu juga dirancang dinamis. Setiap minggu, hidangan akan dirotasi agar tamu yang datang kembali tetap menemukan kejutan rasa yang berbeda.
Strategi ini menjadikan setiap kunjungan terasa baru, sekaligus memperkaya pengalaman kuliner selama Ramadhan.
Secara keseluruhan, sekitar 70 menu disiapkan secara bergantian, mulai dari olahan seafood tradisional hingga hidangan pendamping khas pesisir seperti nasi rempah, nasi jagung, serta sayuran segar.
Pilihan takjil manis pun tersedia beragam, memberikan sentuhan penutup yang sempurna untuk membatalkan puasa. Pengalaman kuliner ini juga dirancang inklusif bagi semua tamu.
“Selain hidangan seafood kita juga ada telur, daging sapi, ayam, dan sayur-sayuran. Bagi yang alergi seafood bisa mencoba menu lainya,” pungkasnya.
Dengan perpaduan cita rasa autentik, pertunjukan memasak langsung, dan suasana kebersamaan Ramadhan, Wajan Bahari menghadirkan lebih dari sekadar hidangan, melainkan kenangan berbuka puasa yang berkesan. (sat)



