Berita Sidoarjo
Tumpukan Sampah di Sejumlah Sungai di Sidoarjo, Akibatkan Dampak Serius

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Tumpukan sampah masih menjadi pemandangan yang memprihatinkan di sejumlah sungai di Kabupaten Sidoarjo. Kondisi tersebut tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga menjadi cerminan masih rendahnya kesadaran dalam menjaga lingkungan.

Salah satu titik yang mengalami persoalan tersebut berada di sungai Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin. Meski pembersihan rutin dilakukan, sampah kembali menumpuk hanya dalam waktu singkat.

Plastik kemasan, botol minuman, styrofoam, hingga sampah rumah tangga lainnya memenuhi aliran sungai dan berpotensi menghambat arus air.

Baca Juga:  Lestarikan Laut, Tim Peneliti ITS Kembangkan Kapal Pembersih Sampah Tanpa Awak

Tumpukan sampah di sungai menyimpan berbagai dampak serius. Selain meningkatkan risiko banjir saat musim hujan, sampah yang membusuk dapat mencemari air tanah, menimbulkan bau tidak sedap, serta menjadi tempat berkembang biaknya bibit penyakit yang mengancam kesehatan warga sekitar.

Penyuluh Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Indah Yuliati, menyayangkan masih banyaknya kebiasaan warga membuang sampah ke sungai. Menurutnya, persoalan sampah tidak akan selesai jika masyarakat belum mengubah perilaku sehari-hari.

Baca Juga:  Datangkan Excavator, Lapindo dan Warga Bersihkan Sampah Sungai

“Jangan lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sampah yang kita buang hari ini akan kembali menjadi masalah bagi kita sendiri, mulai dari banjir, pencemaran air, hingga gangguan kesehatan,” ujar Indah saat ditemui di kantor DLHK Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/7/2026).

Indah menjelaskan, sebagian besar sampah sebenarnya masih memiliki nilai guna apabila dipilah sejak dari rumah.

Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik, tutup botol, maupun galon bekas dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif yang bernilai ekonomi.

Baca Juga:  Jakarta Sambut HUT ke 499, Hadirkan Ruang Publik, Transportasi Terintegrasi, dan Gerakan Pilah Sampah

“Misalnya tutup botol plastik bisa dirangkai menjadi tas yang cantik, kemasan plastik bisa dimasukkan ke dalam botol bekas menjadi ecobrick sebagai penyangga kursi, sedangkan galon bekas dapat disulap menjadi hiasan. Jadi sampah bukan untuk dibuang sembarangan, tetapi bisa dimanfaatkan kembali,” kata Indah.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah plastik maupun kemasan bekas. Menurutnya, pembakaran sampah berpotensi menghasilkan polusi udara yang membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Karena itu, pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan, daur ulang, dan perubahan perilaku menjadi langkah penting untuk menjaga sungai dan lingkungan tetap bersih dan sehat. (sat)