PT PAL Indonesia dan UEA Jajaki Peluang Perluasan Pasar Industri Maritim dan Pertahanan di Timur Tengah
SURABAYA, SURYAKABAR.com – PT PAL Indonesia (Persero) menjajaki peluang perluasan pasar industri maritim dan pertahanan di kawasan Timur Tengah melalui penguatan kemitraan dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Persatuan Emirat Arab (PEA) HE Judha Nugraha di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Senin (19/10/2026).
Judha mengatakan, hubungan ekonomi Indonesia dan UEA terus berkembang sejak berlakunya Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Selama dua tahun sejak perjanjian tersebut berlaku, perdagangan bilateral meningkat 26 persen, sedangkan investasi UEA ke Indonesia naik hampir 641 persen.
“Capaian ini membuka ruang bagi penguatan kerja sama ekonomi yang lebih luas, termasuk di sektor industri maritim dan pertahanan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Judha mengapresiasi kemampuan desain dan engineering PT PAL yang telah memperoleh kepercayaan mitra internasional, termasuk melalui proyek kapal Landing Platform Dock (LPD) Al-Maryah.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal bagi PT PAL untuk menjajaki peluang bisnis dan memperluas kemitraan industri di kawasan Timur Tengah.
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia Wiyono Komodjojo menegaskan, pengembangan pasar internasional memerlukan dukungan diplomasi dan hubungan industri yang kuat.
Menurutnya, kemitraan dengan UEA dapat membuka peluang bisnis sekaligus memperkuat kemampuan industri maritim dan pertahanan nasional.
“Melalui kemitraan internasional, kami ingin memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri. Dengan begitu, kerja sama yang terbangun dapat memberikan nilai tambah bagi kedua negara dan mendukung pemenuhan kebutuhan pertahanan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia Pramusti Indrascaryo menekankan pentingnya pengembangan kompetensi sumber daya manusia dalam memperkuat daya saing industri.
“Kemitraan internasional dapat menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan mengembangkan penguasaan teknologi,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut turut membahas potensi kerja sama di bidang desain, produksi, riset teknologi, serta layanan pemeliharaan dan perbaikan kapal.
Melalui penjajakan ini, PT PAL berupaya memanfaatkan peluang dari penguatan hubungan ekonomi Indonesia-UEA untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi di pasar internasional. (aci)


