OJK dan APRDI Dorong Kampanye #ReksaDanaAja dan Literasi PINTAR Reksa Dana
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) mendorong peningkatan literasi dan inklusi Reksa Dana kepada masyarakat melalui kampanye #ReksaDanaAja dan PINTAR Reksa Dana.
Kegiatan ini diwujudkan melalui peluncuran program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) yang diawali dengan kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di lima kota di Indonesia.
Dimulai dari Surabaya (Selasa, 7 April 2026), dilanjutkan di Semarang (Kamis, 9 April 2026), Medan (Selasa, 14 April 2026), Makassar (Kamis, 16 April 2026), dan Bandung (Senin, 20 April 2026).
Ketua Presidium Dewan APRDI Lolita Lilana mengatakan, inisiatif yang diperkuat melalui kampanye #ReksaDanaAja ini merupakan bagian dari langkah nyata para pelaku di industri untuk mendorong literasi dan inklusi Reksa Dana yang lebih luas di Indonesia.
Menurutnya, Road to Pekan Reksa Dana 2026 ini akan menghadirkan kelas edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa di lima kota di Indonesia. Selain itu, juga menggelar lomba penulisan artikel bagi jurnalis dan kompetisi pembuatan konten Instagram Reels untuk mahasiswa.
“Melalui pendekatan ini, APRDI ingin mendorong partisipasi masyarakat secara aktif dan kreatif dalam meningkatkan pemahaman investasi Reksa Dana di Indonesia dan masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya investasi yang terencana melalui Reksa Dana,” ujarnya.
Lolita menjelaskan, dana kelolaan (AUM) industri Reksa Dana di Indonesia pada akhir 2025 tumbuh 35,06 persen menjadi Rp 679,24 triliun jika dibandingkan akhir 2024 sebesar Rp 502,92 triliun.
Sedangkan, secara total dana kelolaan investasi naik sebesar 25,19 persen dari Rp 804,87 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp 1.007,65 triliun pada akhir 2025.
“Dana kelolaan ini merupakan yang tertinggi setelah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukan pertumbuhan yang stagnan,” jelasnya.
Lolita menyebut, pertumbuhan AUM Reksa Dana yang paling tinggi pada 2025 adalah jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap, disusul dengan jenis Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Terproteksi dan Reksa Dana Saham.
Sedangkan, jenis Reksa Dana yang turun adalah Reksa Dana Indeks. Hal ini menunjukkan profil investor Indonesia yang cenderung masih konservatif, moderat dalam berinvestasi.
Adapun kinerja Reksa Dana tertinggi berdasarkan indeks Reksa Dana dari data Pasardana.id pada akhir 2025 adalah Reksa Dana Saham sebesar 17,23 persen, Reksa Dana Campuran 12,48 persen, Reksa Dana Pendapatan Tetap sebesar 6,96 persen, dan Reksa Dana Pasar Uang sebesar 3,18 persen.
Menurutnya, pencapaian kinerja Reksa Dana Saham ini sejalan dengan kinerja positif pasar saham Indonesia yang ditandai dengan pertumbuhan IHSG pada 2025 sebesar 22,13 persen.
Sedangkan, dari sisi jumlah investor Reksa Dana terus menunjukkan tren peningkatan, di mana berdasarkan data SID dari KSEI hingga akhir 2025 adalah sebanyak 19,2 juta SID, tumbuh sebesar 3,23 persen dari 18,6 juta SID di akhir 2024.
“Yang menarik, dari jumlah investor tersebut didominasi investor muda yang berusia di bawah 30 tahun, yang mencapai 54,24 persen dari total investor. Hal ini menunjukkan semakin banyak generasi muda Indonesia yang paham berinvestasi dan sudah memulainya sejak usia muda,” ungkapnya.
Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Timur Yunita Linda Sari mengatakan, industri Reksa Dana di Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Tercatat, total transaksi Reksa Dana mencapai sekitar Rp 4,96 triliun sepanjang 2025, tumbuh 54,60 persen (YoY) serta pertumbuhan investor Reksa Dana retail mencapai sekitar 141.861 SID, tumbuh 13,52 persen (YoY).
“Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik produk Reksa Dana, termasuk kesesuaian dengan profil risiko dan tujuan investasi,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional M Maulana mengatakan, pihaknya akan mengenalkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana atau PINTAR Reksa Dana.
“Program ini sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan realisasi partisipasi masyarakat yang lebih luas. Selain itu, sebagai upaya yang terstruktur, masif, dan berkelanjutan untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat,” terangnya.
Program tersebut akan dikenalkan pada Senin (27/4/2026). Untuk mendorong industri Reksa Dana dan pengelolaan investasi ke depannya, OJK telah membentuk tim kerja (task force) bersama para pelaku untuk mendiskusikan segala hal terkait perkembangan industri Reksa Dana dan Pasar Modal Indonesia sesuai amanat UU P2SK.
Sebagai acara puncak kegiatan SOSEDU ini akan digelar seremoni peluncuran program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja serta Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Senin (27/4/2026). (aci)


