Pendidikan
Siswi asal Prancis Lancar Bahasa Indonesia, setelah Selesaikan Studi 10 Bulan di Smamda Surabaya

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Pertukaran pelajar internasional dalam Inbound Student of Rotary Youth Exchange Program for the 2025-2026 Academic Year di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya dimanfaatkan Engie En Nana dengan tekun belajar dan mengikuti semua mata pelajaran yang diajarkan.

Sejak masuk di Smamda Surabaya pada 13 Agustus 2025, siswi asal Prancis ini bisa membaur dan berinteraksi dengan siswa lainnya, termasuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.

Wali Kelas XI.3 Smamda Surabaya Perdani Debby mengatakan, sebagai wali kelas ia sangat memperhatikan anak didiknya, termasuk Engie yang dinilai bisa mengikuti semua mata pelajaran yang diajarkan.

Menurutnya, Bahasa Indonesia sempat menjadi kendala bagi Engie di awal masuk di Smamda Surabaya. Namun, perlahan Engie bisa belajar dan kini bisa fasih berbahasa Indonesia. Bahkan, dalam perjalanannya, Engie kini bisa mengaji dan membaca Alquran.

Baca Juga:  Halal Bihalal Smamda Surabaya Sinergi Lintas Generasi dari Mantan Kepala Sekolah hingga Alumni

“Engie anaknya baik dan mau belajar. Mau berinteraksi dengan teman yang lain, dan saya kagum sekarang Engie sudah bisa mengaji dan merangkai ejaan huruf Alquran. Saya berharap saat kembali ke negara asalnya, Engie bisa mengajarkan Bahasa Indonesia ke teman-temannya di sana. Dan, tidak lupa untuk tetap menjalankan salat lima waktu,” ujar Debby di sela acara Farewell Party Engie EN NANA di Lantai 2 Smamda Tower Surabaya, Rabu (6/5/2026).

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Mukhlasin ST MPd menjelaskan, program ini merupakan hasil kerja sama berkelanjutan antara Smamda Surabaya dengan Rotary Club.

Menurutnya, pertukaran pelajar ini bersifat dua arah, yakni saat ini salah satu siswa Smamda Surabaya juga tengah menempuh pendidikan di Finlandia, sedangkan Smamda Surabaya menerima Engie En Nana dari Prancis sebagai bagian dari program lintas negara.

Baca Juga:  Snack Bar Tempe Karya Siswa SMAMDA Sidoarjo Raih Perak di ISRC 2026

“Kami berharap keberadaan Engie di Smamda dapat memacu motivasi siswa lainnya untuk berani melangkah ke luar negeri. Selain itu, bisa menginspirasi seluruh siswa untuk mengembangkan dan meluaskan pergaulan mereka, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga ke mancanegara,” jelasnya.

Mukhlasin menyebut, meski tidak ada seremonial khusus, acara pelepasan ini tetap memberikan kesan mendalam bagi Engie sekaligus memberikan pandangan baru bagi siswa lokal mengenai dunia luar.

Smamda Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan partisipasi siswanya dalam program pertukaran pelajar. Bahkan, pihak sekolah sedang merumuskan sistem akademik baru yang lebih fleksibel bagi siswa yang berangkat ke luar negeri.

Baca Juga:  Karate UMM Rebut Juara Umum Kategori Mahasiswa di Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026

”Saat ini, siswa yang kembali dari program pertukaran di luar negeri masih harus mengulang di kelas asal mereka karena waktu yang terpotong satu tahun. Kami sedang menyusun sistem agar pembelajaran tetap bisa dilakukan meski mereka berada di luar negeri, sehingga mereka tidak perlu kehilangan waktu setahun saat kembali nanti,” ungkapnya.

Inbound Student of Rotary Youth Exchange Program ini merupakan tahun ke-8 bagi Smamda Surabaya. Pada 2024 lalu, Smamda Surabaya menerima siswa asal Belgia, yakni Judith Jeanne J Louseberg. Sedangkan, pada awal Agustus 2025, siswa Smamda Surabaya, Safira Nadia Aqeela Fansuri berangkat ke Finlandia untuk mengikuti program ini. (aci)