Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Jawa Timur

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Ratusan karya wastra dihadirkan dalam Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur di Exhibition Hall Grand City Surabaya mulai Rabu hingga Minggu (6-10/5/2026).

Ratusan karya wastra ini dihadirkan dalam balutan konsep yang semakin modern dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Sebanyak 160 peserta dalam 135 booth dari berbagai daerah turut meramaikan pameran tahunan batik dan produk fesyen terbesar dan terlengkap di kawasan Indonesia bagian timur ini.

Beragam produk ditampilkan mulai dari batik, bordir, tenun, songket, hingga busana muslim, kebaya, aksesori, perhiasan, serta produk kecantikan dan gaya hidup.

Baca Juga:  Pesona Motif Wader Kesit di Banyuwangi Batik Festival, Bupati Ipuk: Simbol Semangat Angkat Wastra Banyuwangi ke Panggung Nasional

Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan adaptasi perkembangan zaman termasuk digitalisasi.

Menurutnya, kekuatan produk wastra terletak pada nilai, cerita, dan proses kreatif yang tidak mudah ditiru.

“Yang tidak bisa dibeli dan tidak bisa dijiplak adalah nilai dan roh dari setiap karya. Itu yang harus kita jaga,” ujar Arumi usai pembukaan Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga:  Pemkab Sidoarjo dan Dekranasda Gelar Gebyar Batik Sidoarjo

Arumi menyebut, pameran ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dekranasda, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, dan asosiasi industri kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

“Ajang ini menjadi ruang kolaborasi lintas pelaku industri kreatif yang menghubungkan tradisi, inovasi, dan peluang pasar. Harapan saya sederhana, semua yang ikut pameran ini bisa laris manis. Datang membawa produk, pulang dengan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Siswi asal Prancis Lancar Bahasa Indonesia, setelah Selesaikan Studi 10 Bulan di Smamda Surabaya

Project Officer Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 Adinda Ayu Yamani mengatakan, sesuai temanya Living with Wastra, Beyond Fabric, pameran ini menegaskan wastra sebagai bagian identitas dan tren fesyen modern.

“Tema ini mengajak masyarakat melihat wastra dari perspektif lebih luas. Wastra bukan hanya tentang kain, tetapi tentang cerita, identitas, kreativitas, dan masa depan industri kreatif Indonesia. Kami ingin menghadirkan ruang yang menghubungkan tradisi dengan gaya hidup modern,” terangnya.

Selain pameran, kegiatan juga diisi talkshow bisnis fesyen, fashion show, workshop kreatif, hingga kompetisi ilustrasi dan lomba batik pelajar.

Pengunjung juga mendapat program promo seperti voucher belanja harian, beauty corner, hingga undian grand prize perhiasan emas. (aci)