Pendidikan
Wisudawan Tunanetra Lulus Sarjana dalam Tujuh Semester, Langsung Diangkat Jadi Pegawai Tetap di Unesa
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengumumkan Elvanda Tarigan sebagai pegawai tetap di kampus tersebut.
Pengumuman itu disampaikan Rektor Unesa Nurhasan di hadapan ribuan wisudawan dan wisudawati jenjang Sarjana Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor dalam Wisuda ke-119 yang digelar di Graha Unesa Surabaya, Rabu (29/4/2026).
Nurhasan menjelaskan, Elvanda merupakan wisudawan tunanetra asal Medan, dan berhasil menuntaskan studi sarjana program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Unesa dalam tujuh semester.
Menurutnya, selain memiliki tinggi badan menjulang mencapai 215 sentimeter, Elvanda dikenal sebagai atlet tolak peluru yang pernah meraih medali emas tingkat nasional.
Selain itu, ia juga memiliki kemampuan akademik mumpuni karena mampu menyelesaikan kuliah lebih cepat. Sehingga, Unesa memberikan pilihan kepada Elvanda antara beasiswa magister atau posisi staf di kampus.
“Dia S1 bisa menyelesaikan tujuh semester, sehingga kami beri apresiasi sekaligus saya suruh memilih, beasiswa S2 atau jadi pegawai tetap di Unesa,” jelasnya.
Cak Hasan menegaskan, keputusan Elvanda memilih jalur karier sebagai langkah yang cerdas. Sebab, seluruh pegawai Unesa memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan secara gratis.
“Pintar dia memilih pegawai tetap, karena peluangnya tahun depan sekolah juga gratis, baik jenjang S2 maupun S3,” tegasnya.
Elvanda mengatakan, perjalanannya meraih gelar sarjana penuh tantangan sejak kehilangan penglihatan pada usia 12 tahun. Namun, dukungan lingkungan inklusif di Surabaya membuatnya mampu bertahan hingga lulus.
“Saya menjalani kehidupan yang tidak mudah dengan kondisi saya, tapi saya yakin dan percaya berkat dukungan teman-teman,” ungkapnya.
Meskipun memilih menjadi pegawai Unesa, Elvanda tetap bermimpi kembali ke tanah kelahirannya setelah menuntaskan studi pascasarjananya untuk menjadi guru atau dosen di Medan.
”Saya ingin menjadi guru atau dosen di Medan, karena di Sumatera Utara setahu saya belum ada jurusan Pendidikan Luar Biasa di kampus negeri. Saya ingin membangun Medan,” pungkasnya. (aci)


