Haji 2026
Bus Jemaah Haji Kloter 2 Kabupaten Probolinggo Kecelakaan di Madinah, 5 Orang Luka Ringan
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya melaporkan terjadinya kecelakaan bus yang dialami rombongan jemaah calon haji dari Kloter 2 Kabupaten Probolinggo.
Kecelakaan terjadi di Jabal Magnet yang berlokasi 60 kilometer dari barat laut Madinah, Arab Saudi pada Selasa (28/4/2026).
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam mengatakan, bus tersebut mengalami kecelakaan saat menggelar ziarah ke Jabal Magnet dan percetakan Alquran yang digelar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Probolinggo.
“Ya, itu terjadi dari SUB 2. Jadi, mereka mengadakan ziarah ke Jabal Magnet sama percetakan Alquran seperti itu. Kemudian, itu diselenggarakan oleh salah satu KBIH di Probolinggo,” ujar Anam di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Rabu (29/4/2026).
Anam menjelaskan, kronologi kecelakaan tersebut bermula saat bus sedang melaju di Jalan Raya Jabal Magnet, kemudian ada kendaraan yang secara mendadak muncul dari sisi jalan, sehingga bus tidak bisa menghindari tabrakan.
“Jadi, mereka KBIH mengadakan kegiatan ziarah, kemudian ada kendaraan yang nyelonong mendadak keluar dari sisi jalan, maka bisnya tidak bisa mengendalikan akhirnya tabrakan itu,” jelasnya.
Anam menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dilaporkan lima orang mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca hingga benturan.
Lima jemaah yang luka ringan tersebut, yakni Dede Abdul Hamid, Soeharto, Inggo Yuniko, Siti Sugihartini dan Siti Aisyah.
Meski demikian, dua jemaah sempat dibawa ke rumah sakit Arab Saudi untuk mendapat penanganan awal dan wajib membuat laporan terkait kondisi kesehatan fisiknya untuk memastikan aman mengikuti rangkaian ibadah haji.
“Laporan inilah yang sudah ditunggu oleh mereka untuk kembali ke kloternya,” ungkapnya.
Dari peristiwa tersebut, Anam mengimbau kepada pihak KBIH agar lebih berhati-hati dan tidak menggelar tour ziarah yang jaraknya cukup jauh dari Madinah, mengingat padatnya jadwal rangkaian haji. Ia juga menegaskan, fokus jemaah di Tanah Suci adalah menunaikan ibadah haji terlebih dulu.
“Ya, kita berharap bahwa kalau kemudian ada yang mengadakan tur ziarah seperti itu untuk lebih hati-hati. Inti kegiatan di Madinah ini kan ibadah. Oleh karena itu, fokuskan di ibadah dulu,” pungkasnya. (aci)

