Berita Lumajang
Ribuan Batang Rokok Ilegal di Kabupaten Lumajang Disita, Hasil Operasi 2024

LUMAJANG, SURYAKABAR.com – Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Bea Cukai Probolinggo menggelar Ekspose Hasil Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Kabupaten Lumajang, bertempat di Hall Alka Cafe Kutorenon, Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, Rabu (11/12/2024).

Pemberantasan barang kena cukai (rokok ilegal) di Wilayah Kabupaten Lumajang jumlah barang bukti keseluruhan sebanyak 7.199 bungkus dan 97 batang rokok, dengan temuan 192 merk rokok ilegal yang terjaring operasi selama 2024, serta operasi pemberantasan miras, 477 botol miras tanpa merk.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Lumajang, Paiman menyampaikan, penertiban dan pemberantasan rokok ilegal merupakan upaya yang patut diapresiasi.

Baca Juga:  Bea Cukai Juanda Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp 86,9 Milliar

“Adanya Ekspose Hasil Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Kabupaten Lumajang DBHCHT Tahun Anggaran 2024, tentunya sangat membanggakan bagi kita semua,” ujarnya.

Selanjutnya, ia juga menekankan ke para petugas Satpol PP Kabupaten Lumajang agar selama melaksanakan pemberantasan rokok ilegal harus tetap persuasif dan humanis.

“Kegiatan ini sebagai langkah dan upaya pemberantasan rokok ilegal yang beredar di wilayah Kabupaten Lumajang, mengingat kita sebagai pemerintahan harus menghentikan hal-hal yang bersifat ilegal,” tambahnya.

Baca Juga:  Banyuwangi Sambut Hari Jadi, Hapus Denda Pajak Bumi dan Bangunan
Baca Juga:  Mengenakan Caping, Polisi Sidoarjo Berkebun di Perumahan Citra Asri Sumorame, Candi Dukung Ketahanan Pangan

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Lumajang, Hindam Adri Abadan menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan agar dapat menginformasikan kepada publik terkait jumlah yang telah didapat dalam pelaksanaan operasi gabungan terhadap barang kena cukai (rokok ilegal) di wilayah Kabupaten Lumajang selama 2024.

“Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ekspose ini, peserta mampu memberikan sumbangsih terhadap upaya pemberantasan melalui bantuan informasi dan edukasi kepada yang lain sehingga mempersempit gerak dan menekan jumlah peredaran rokok ilegal,” pungkasnya. (*)