Wisuda Tahfidz Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di MI Baitur Rohim Ganting Gedangan Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baitur Rohim Desa Ganting Kecamatan Gedangan Sidoarjo resmi mewisuda puluhan santri tahfidz ke-2 di Masjid Baitur Rohim Ganting, Jumat (16/11/2018).

Wisuda santri semakin meriah, karena berbarengan dengan acara istighotsah rutin dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ratusan jamaah hadir memadati ruangan utama masjid sejak usai sholat maghrib berjamaah. Mereka yang hadir adalah para santri, wali santri, pengurus dan dewan guru MI Baitur Rohim.

mi baitur peringati maulid nabi1
Kyai Muchlish mengingatkan betapa pentingnya membaca Qur’an. Foto: hrd/suryakabar.com

Ach. Choirul Ulum, S.Ag, Kepala MI Baitur Rohim mengatakan, acara ini sengaja digelar tiap tahun agar menjadi penyemangat bagi anak-anak madrasah. “Alhamdulillah, Maulid kali ini bisa terlaksana meriah sekaligus mewisuda 38 anak yang hafal Qur’an Juz 30 dan 4 anak hafal Juz 29,” ungkap Ach. Choirul Ulum kepada suryakabar.com, Jumat (16/11/2018).

Sementara Nurul Aini, S.Pd.I, wali santri yang selalu hadir di setiap acara istighotsah bersama putranya mengaku senang bisa hadir lagi. “Saya selalu sempatkan hadir tiap bulan dan syukurnya lagi ada tausiyah kali ini,” ucapnya dengan wajah ceria tanda gembiranya.

mi baitur peringati maulid nabi 2
Wisudawan menerima tropi sebagai tanda telah diwisuda tahfidz Juz 30.

Ceramah agama menjadi puncak acara ini. Setelah sebelumnya dirangkai dengan pembacaan istigotsah, pembacaan sholawat banjari, pembacaan juz amma oleh para wisudawan serta pembagian doorprize.

mi baitur peringati maulid nabi 3
Sholawat Al-Banjari menjadi lantunan kalimat indah Maulidur Rosul. Foto: hrd/suryakabar.com .

Drs H. Achmad Choirul Muchlish, M.Pd.I, penceramah sekaligus guru yang diperbantukan Departemen Agama di MI Baitur Rohim dalam tausiyahnya menerangkan, kebahagiaan orangtua atas prestasi agama anaknya seperti wisuda ini harus disyukuri. “Qur’ane diwoco opo malah akeh moco WA,” ujarnya mengingatkan para jamaah. (hrd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *