Lebaran 2026
Dirut Bulog Pantau Harga Pangan Pasca Lebaran 2026 di Pasar Wonokromo Surabaya
SURABAYA, SURYAKABAR.com – MinyaKita dan daging sapi di Pasar Wonokromo Surabaya mengalami kelangkaan pasokan pascalebaran 2026. Khusus daging sapi harganya melonjak hingga mencapai Rp 140 ribu per kilogram.
Hal itu terungkap dalam sidak pasar yang digelar Perum Bulog di Pasar Wonokromo Surabaya, Sabtu (4/4/2026) pagi.
Sidak dipimpin langsung Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Satgas Pangan Polda Jawa Timur, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, serta perwakilan Kodam V Brawijaya.
Ahmad Rizal mengatakan, sidak dilakukan untuk mengecek harga pangan pascalebaran 2026, serta memastikan pasokan barang kebutuhan pokok aman dan terkendali.
Untuk harga beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) masih stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram.
Sedangkan, MinyaKita kemasan satu liter Rp 15.700, serta harga telur turun menjadi Rp 29 ribu per kilogram dari sebelumnya dikisaran Rp 32 ribu per kilogram.
Kemudian, harga daging ayam juga turun dari sebelumnya Rp 34 ribu kini menjadi Rp 31 ribu per kilogram. Sedangkan, harga daging sapi naik menjadi Rp 140 ribu per kilogram.
“Khusus daging sapi, tadi ada pengecer dan pedagang yang kesulitan dan kekurangan pasokan. Nanti malam kami cek, khususnya di RPH (Rumah Potong Hewan) karena potongnya malam hari, apa kendalanya,” ujarnya.
Rizal menjelaskan, khusus pasokan MinyaKita yang dikeluhkan pedagang Pasar Wonokromo Surabaya, pihaknya akan memberikan tambahan penyaluran MinyaKita melalui Bulog di sejumlah daerah.
Menurutnya, Bulog hanya mendapatkan DMO (Domestic Market Obligation) nasional 35 persen. Namun, masih dibagi tiga, yakni Bulog 70 persen, ID Food 20 persen, dan Agrinas Bapanas 10 persen.
“Kita juga harus melayani masyarakat. Karena Bulog dapat tugas menyalurkan bantuan pangan kepada 3,3 juta penerima manfaat yang isinya bantuan beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter. Nanti akan kami koordinasikan lagi ke Kemendag untuk mensupport MinyaKita,” jelasnya.
Selain meyakinkan masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya bahkan nasional, harga pangan tetap stabil, Rizal juga menegaskan tahun ini stok beras dari Bulog mencapai 4,42 juta ton. Jumlah tersebut memecahkan rekor stok beras tahun lalu yang mencapai 4,2 juta ton.
“Stok beras tahun 2025 mencapai 4,2 juta ton, dan prediksi akhir April atau awal Mei bisa tembus 5 juta ton meski di tengah memanasnya geopolitik di Timur Tengah saat ini, dan kondisi pangan cukup terkendali,” pungkasnya. (aci)


