Pendidikan
ITS Naik Peringkat Tembus 10 Besar UI GreenMetric 2026

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menembus peringkat 10 besar UI GreenMetric (UIGM) 2026. Capaian ini menjadi peningkatan bagi ITS,  setelah tahun lalu berada di posisi ke-13.

Capaian tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas berbagai kebijakan dan program berkelanjutan yang diterapkan ITS dalam pengelolaan lingkungan kampus.

Penghargaan tersebut diberikan langsung Kepala UIGM Dr Vishnu Juwono SE MIA kepada Kepala Unit SDGs dan Smart Eco Campus ITS Danar Guruh Pratomo ST MT PhD di Gedung Grha Sabha, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

Pada pemeringkatan UIGM 2026, sebanyak 217 perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta di Indonesia serta perguruan tinggi dari 110 negara turut berpartisipasi.

Penilaian mencakup beberapa aspek, meliputi penataan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, pengelolaan air, transportasi, pendidikan dan penelitian, serta tata kelola dan digitalisasi.

Baca Juga:  Tim Ekspedisi Patriot ITS Olah Limbah Ternak Jadi Sumber Energi Alternatif di Papua Barat

Danar mengatakan, peningkatan peringkat ITS didukung berbagai kebijakan yang diterapkan secara berkelanjutan.

Salah satunya melalui kemandirian dalam pengelolaan sampah serta pengalokasian anggaran senilai Rp 1,5 Miliar setiap tahun untuk pengembangan solar panel di lingkungan kampus ITS.

“Peningkatan rangking ini berasal dari berbagai kebijakan, seperti pengelolaan sampah, energi terbarukan, riset, teknologi informasi, dan bangunan hijau,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga:  Tim Satgas Kemanusiaan ITS Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Menurut Dosen Departemen Teknik Geomatika ITS ini, ITS juga akan terus mengembangkan berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas lingkungan kampus.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan bangunan hijau serta peningkatan kualitas lingkungan yang menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan ITS.

Ke depan, ITS menargetkan sejumlah capaian lingkungan yang lebih besar. Danar menyampaikan ITS menargetkan tercapainya nett zero emission pada 2030 dan zero waste pada 2029, sekaligus meningkatkan rasio lahan terbuka hijau serta penghijauan di lingkungan kampus.

Baca Juga:  Desain Kapal Ramah Lingkungan, Tim Hydromodelling dan Arkana ITS Juara Internasional

Meski demikian, Danar menegaskan pemeringkatan bukan menjadi tujuan utama dari berbagai program lingkungan yang dijalankan ITS.

“Menurut kami, peringkat hanyalah efek samping. Ada atau tidak adanya peringkat, menjaga lingkungan dan menjadikan ITS sebagai kampus berkelanjutan merupakan kewajiban seluruh sivitas ITS,” pungkasnya. (aci)