Pendidikan
Tim Ekspedisi Patriot ITS Olah Limbah Ternak Jadi Sumber Energi Alternatif di Papua Barat

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI Dr Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara SH MA memberikan apresiasi kepada Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 08 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dinilai mampu mewujudkan kemandirian energi di Papua Barat.

Tim mengolah limbah ternak menjadi sumber energi alternatif melalui reaktor biogas kepada masyarakat Kampung Margorukun, Distrik Oransbari, Manokwari Selatan, Papua Barat. Selain itu, biogas juga dapat dikonversi menjadi energi listrik melalui generator stasioner.

Selama ini, masyarakat Margorukun banyak memelihara sapi dengan pola ternak yang dibiarkan liar. Di sisi lain, kebutuhan energi rumah tangga masih menghadapi tantangan.

Mayoritas warga bergantung pada minyak tanah untuk memasak yang tergolong langka. Kondisi tersebut membuka peluang pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat sebagai energi alternatif.

Baca Juga:  Luncurkan Dua Mobil Hemat Energi Terbaru, Tim Nogogeni ITS Siap Juarai KMHE 2026

Ketua TEP 08 ITS Dr Ir Arief Abdurrakhman ST MT mengatakan, reaktor kapasitas 10 meter kubik dengan 10 ekor sapi dapat memenuhi kebutuhan memasak untuk dua rumah.

“Sedangkan dengan 20 ekor sapi, biogas yang dihasilkan dapat dikonversi menjadi listrik dengan daya 2.000 watt selama lima jam per hari untuk satu rumah,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).

Tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, Arief juga menjelaskan residu fermentasi berupa bioslurry dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Potensi tersebut menjadi semakin relevan bagi warga Distrik Oransbari yang sebagian besar menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.

“Dengan memanfaatkan limbah ternak sebagai sumber energi dan mengolah sisa fermentasinya menjadi pupuk, satu inovasi dapat menjawab lebih dari satu kebutuhan masyarakat, mulai dari energi rumah tangga hingga kebutuhan pendukung pertanian,” jelas dosen Departemen Teknik Instrumentasi ITS itu.

Baca Juga:  Santri Tambakberas Jombang Sulap Sampah Jadi Paving Block hingga Biogas

Mentrans Iftitah mengapresiasi kerja nyata tim TEP 08 ITS. Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal seperti ternak dan hasil pertanian perlu diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Kami mendorong agar pemanfaatan biogas tidak berhenti pada kebutuhan memasak, tetapi segera dikembangkan menuju konversi energi listrik. Konversi listrik harus segera direalisasikan,” tegasnya.

Sejalan dengan Iftitah, TEP 08 ITS membentuk Tim Kader Patriot (TKP) yang terdiri atas masyarakat dan perangkat daerah setempat yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga keberlanjutan program setelah tim kembali ke daerah asalnya. Pembentukan TKP ini juga dilakukan di seluruh lokasi ekspedisi TEP ITS.

Iftitah menilai mekanisme TKP merupakan kekuatan penting dalam pelaksanaan program transmigrasi patriot yang dijalankan ITS.

Baca Juga:  Tim Satgas Kemanusiaan ITS Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Menurutnya, keberadaan kader lokal membuat transfer pengetahuan dan teknologi tidak berhenti ketika tim pendamping meninggalkan lokasi. Sehingga, teknologi yang hadir bukan sekadar menjadi bantuan sesaat, melainkan menjadi modal bagi masyarakat untuk membangun kesejahteraannya secara mandiri.

“Tidak hanya untuk masyarakat transmigran, tetapi juga untuk masyarakat Papua secara keseluruhan,” katanya.

Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan turut hadir dalam peninjauan lokasi dan mengapresiasi inisiatif yang dibawa TEP 08 ITS.

Menurutnya, kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi dari ITS memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang selama ini tersedia di lingkungannya.

“Ilmu dan teknologi yang dibawa Tim Ekspedisi Patriot dapat memacu masyarakat untuk berdaya,” pungkasnya. (aci)