Bank Indonesia Jatim Targetkan 3.000 Pelari Ikut di Rupiah Java Run 2026

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar Kick Off Rupiah Java Run 2026 sebagai rangkaian dari gelaran 5th Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 di Alun-Alun Kota Surabaya, Jumat (17/7/2026).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk kolaborasi antara sport tourism dan edukasi beberapa spot heritage di Kota Surabaya.

“Jadi kita mengajak masyarakat Surabaya menjadi hidup sehat melalui kegiatan lari, kemudian kita edukasi dari Bank Indonesia terhadap Bangga, Cinta, dan Paham Rupiah, kegiatan peduli konsumen sambil kita berlari di spot-spot yang menjadi budaya Kota Surabaya,” ujarnya.

Ridzky menjelaskan, kegiatan ini menargetkan lebih dari 3.000 peserta yang terbagi dalam dua kategori, yakni 5 kilometer (5K) dan 10K.

Selain itu, panitia juga menyiapkan hadiah khusus bagi masing-masing kategori, baik peserta laki-laki dan perempuan, serta bagi kelompok master atau pelari berusia di atas 45 tahun.

Baca Juga:  Lima Fokus Kebijakan Utama Bank Indonesia Jatim Perkuat Stabilitas Ekonomi

“Kemudian untuk menyemarakkan kegiatan olahraga ini, kami mengundang kreativitas kepada teman yang pakai jersey unik yang dihias biar semangat, kita akan menyediakan hadiah untuk yang paling kreatif paling inovatif,” jelasnya.

Ridzky menegaskan, kegiatan ini juga salah satu upaya Bank Indonesia dalam menggerakkan ekonomi melalui peningkatan UMKM. Termasuk edukasi dalam Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.

“Cinta itu adalah bagaimana kita tahu memperlakukan uang dengan kegiatan 5J (jangan dilipat, jangan disobek, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan disteples) agar uang itu bisa semakin berdaya tahan lama,” tegasnya.

Baca Juga:  Perputaran Uang di Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 Diharapkan Tembus Rp100 Miliar

Selain itu, juga memberikan pemahaman Cinta terhadap rupiah agar masyarakat tahu mana rupiah yang tidak asli dengan gerakan 3D (dilihat, diraba, diterawang) dan itu adalah bagian dari kita mencintai.

Kemudian, Bangga terhadap uang rupiah adalah simbol kedaulatan negara. Sehingga, dengan simbol tersebut masyarakat diajak bahwa dengan rupiah yang ia pegang itu adalah kedaulatan negara.

“Yang terakhir adalah Paham Rupiah, artinya masyarakat kita ajak bagaimana berbelanja secara bijak, bagaimana melakukan investasi melalui rupiah yang kita punyai dengan aman,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pertamina Patra Niaga dan PT PAL Kerja Sama Pengembangan Kapal dan Fasilitas Maritim

Di sisi lain, event 5th Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 yang digelar di Alun-Alun Kota Surabaya mulai Jumat hingga Minggu (17-19/7/2026), diikuti lebih dari 111 UMKM di Jawa Timur dan sejumlah provinsi di Indonesia. Terutama UMKM yang bergerak di bidang cokelat dan flavors maupun komoditas kopi yang dikenal di seluruh dunia.

“Kita mengajak kembali masyarakat, itu kopi petani yang berkualitas tidak hanya di wilayah Jawa Timur, tapi kita juga mengundang komoditas petani kopi yang ada di pulau lain, di Sumatera, ada kopi Gayo Aceh, ada Sumatera Utara Mandailing, kemudian di daerah Kalimantan sentra kopi, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali,” katanya.

“Untuk mengembangkan komoditas kopi agar mereka bisa terus berkembang. Kita juga mengajak Perbankan untuk pembiayaan, kita hubungkan antara petani kopi itu dengan dunia perbankan, sehingga mereka mudah untuk memperoleh akses kredit dan pembiayaan,” pungkasnya. (aci)