Berita Sidoarjo
Mahasiswa FTMM Unair Manfaatkan Hama Keong Sawah Jadi Bionutrient di Desa Binaan
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga (FTMM Unair) memanfaatkan keong sawah menjadi bionutrient dan serbuk kalsium.
Berkolaborasi dengan Komunitas ARGON, inovasi ini menawarkan solusi untuk hama pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Terutama di Desa Semambung, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo melalui program Desa Binaan 3.0 Team I.
Presiden BEM FTMM Unair Anisa Aidatul Fitriana mengatakan, program ini hadir sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan. Ia menilai Desa Semambung menghadapi tingginya populasi keong sawah yang mengganggu lahan pertanian.
“Kondisi geografis desa juga membuat area persawahan kerap tergenang saat musim hujan. Situasi ini mendorong tim menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Tim kemudian mengenalkan fermentor canggih yang memiliki sensor pH otomatis, sistem pengadukan otomatis, serta pemantauan melalui handphone.
Program berlanjut dengan sosialisasi sistem tanam aeroponik dan Biosaka Market, kemudian pembagian 50 pot mini beserta bibit dan media tanam dengan didampingi dosen pembimbing BEM FTMM Unair Fadjar Mulya PhD.
“Desa Binaan FTMM 3.0 Team I membawa perubahan positif dan kebermanfaatan bagi masyarakat desa,” ungkapnya.
Sebelumnya, tim menggelar edukasi rangkaian listrik dan permainan olah data bagi siswa SD Semambung, Jabon, Sidoarjo. Kemudian, menghadirkan kegiatan belajar dan mengaji untuk anak-anak sebagai upaya mendukung pendidikan di desa.
“Selain itu, tim bekerja sama dengan Puskesmas Pembantu Desa Semambung untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan kadar gula darah,” terangnya.
Mewakili warga, Kepala Desa Semambung Jainuri menyampaikan terima kasih kepada tim yang telah memberikan edukasi tentang inovasi ini. Sehingga, diharapkan bermanfaat bagi warga setempat.
Sebagai bentuk keberlanjutan, tim menyerahkan hibah berupa fermentor canggih dan sistem tanam aeroponik kepada desa setempat. (aci)


