Berita Sidoarjo
Emak-Emak Warga Perumahan Griya Permata Gedangan Sidoarjo Latihan Padamkan Api

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau, warga RW 08 Perumahan Griya Permata Gedangan, Desa Keboansikep, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo dan PT Bogasari, Minggu (26/4/2026).

Pelatihan ini diikuti emak-emak ibu rumah tangga dan warga setempat yang antusias mempelajari teknik dasar pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Mereka juga mendapatkan pemahaman tentang langkah awal yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran di lingkungan permukiman.

Baca Juga:  Peneliti ITS dan BPBD Jatim Edukasi Kebencanaan Berbasis Virtual Reality pada Siswa

Salah satu peserta, Indrawati, mengaku awalnya merasa kesulitan saat pertama kali menggunakan APAR. Namun, setelah mendapatkan pendampingan dari petugas, ia mulai memahami cara penggunaan alat tersebut dengan benar.

“Awalnya berat dan canggung, tapi setelah dijelaskan jadi lebih paham. Sekarang saya tahu cara membuka pengunci dan posisi memegang APAR,” ucapnya.

Menurut Indrawati, pelatihan semacam ini sangat penting, terutama karena lingkungan tempat tinggalnya tergolong padat penduduk.

Baca Juga:  BPBD Sidoarjo Evakuasi Ular Sanca di Rumah Warga di Taman, Sidoarjo

Ia menilai, pengetahuan dasar pemadaman api dapat membantu warga melakukan penanganan awal sebelum api membesar.

Pelatihan yang diinisiasi pengurus RT setempat ini bertujuan membentuk kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya saat musim kemarau yang rawan memicu insiden tersebut.

Baca Juga:  Kebakaran: Gudang Kopra di Tengah Permukiman Desa Kalijaten, Kecamatan Taman Sidoarjo Dilalap Api

Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, mengapresiasi inisiatif warga yang berpartisipasi aktif dalam pelatihan. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam mengurangi dampak kebakaran di wilayah perkotaan.

Sabino menjelaskan, kondisi lalu lintas yang padat serta akses jalan yang sempit kerap menjadi hambatan bagi petugas pemadam kebakaran untuk mencapai lokasi dengan cepat.

“Target waktu respons ideal sekitar 15 menit sering terkendala di lapangan. Karena itu, peran warga dalam penanganan awal sangat krusial untuk mencegah api meluas,” kata Sabino.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Sidoarjo, sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. (sat)