Pendidikan
Peneliti ITS dan BPBD Jatim Edukasi Kebencanaan Berbasis Virtual Reality pada Siswa

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) menginovasikan aplikasi RRekon VR.

Aplikasi yang bermanfaat untuk edukasi rekonstruksi pascabencana ini telah melewati tahap uji coba kepada siswa SMPN 32 Surabaya.

Ketua Tim Peneliti RRekon VR ITS Okta Putra Setio Ardianto ST MT mengatakan, inovasi ini menjawab tantangan BPBD Jatim untuk mengedukasi masyarakat luas terkait proses rekonstruksi pascabencana.

Teknologi berbasis virtual reality (VR) ini dinilai dapat menjadi media edukasi yang efektif, karena tidak hanya melibatkan audio visual tetapi juga kinetis.

“Keterlibatan berbagai indra ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat secara lebih mendalam,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga:  ITS dan AAL Jajaki Kerja Sama Pengembangan Pusat Studi Perang Drone

Okta menjelaskan, pengguna VR akan disimulasikan sebagai petugas BPBD Jatim yang bertugas dalam proses rekonstruksi bencana. Besarnya biaya dalam rekonstruksi pascabencana membutuhkan proses perencanaan yang matang.

“Oleh karena itu, RRekon VR hadir guna memberikan edukasi untuk membantu menentukan urutan prioritas sektor,” jelas dosen Departemen Desain Interior ITS tersebut.

Okta menyebut, inovasi berbasis gamifikasi ini melibatkan dua mode dalam perencanaan prioritas sektor, yakni mode observasi dan maket.

Melalui mode observasi, pengguna VR seolah datang langsung ke lokasi bencana untuk mengamati kondisi yang ada di lapangan. Sedangkan, mode maket akan membawa pengguna mengetahui kondisi keseluruhan dari daerah yang terdampak bencana.

Baca Juga:  Kota Malang Raih Predikat Menuju Kota Bersih, Peringkat 7 Terbaik Nasional

Melalui kerja sama dengan BPBD Jatim dan SMPN 32 Surabaya, Okta berharap inovasi yang dibangun dengan industri ini dapat berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Pengujian langsung kepada siswa SMPN 32 Surabaya diharapkan dapat lebih menyempurnakan inovasi RRekon VR ini sebelum dirilis secara resmi di Taman Pendidikan Bencana (Tenpina) BPBD Jatim sebagai salah satu media edukasi kebencanaan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jatim Dhany Aribowo ST mengatakan, inovasi RRekon VR sangat dibutuhkan dalam edukasi kebencanaan.

Menurutnya, edukasi terkait proses rekonstruksi pascabencana saat ini masih belum banyak dikembangkan. “Selama ini edukasi yang ada masih berfokus pada pencegahan bencana dan proses evakuasi saat bencana terjadi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dishub Sidoarjo Siapkan 28 Bus untuk Mudik Gratis ke Lima Kota Tujuan

Dhany menilai masih banyak masyarakat yang hanya berfokus pada tahap tanggap bencana dan belum menaruh fokus pada proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Padahal, peran relawan kebencanaan seharusnya tidak berhenti pada penanganan darurat, namun juga mencakup upaya rehabilitasi dan rekonstruksi untuk menyiapkan daerah kembali pulih,” katanya.

Kepala SMPN 32 Surabaya Moh Bisri SPd menyambut hangat kegiatan uji coba ini karena menilai media edukasi berbasis VR tersebut dapat meningkatkan tingkat literasi siswa.

Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pembelajaran sangat relevan, karena kehidupan saat ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi.

“Harapannya, inovasi dan kegiatan serupa tidak berhenti di sini dan selalu ada keberlanjutan,” pungkasnya. (aci)