Kemendukbangga/BKKBN Jatim Perkuat Sinergi Pegawai Dukung Program Bangga Kencana 2026
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur terus mengoptimalkan dukungan pelaksanaan Program Bangga Kencana 2026.
Selain itu, juga mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta non-PAUD sebagai bagian dari intervensi percepatan penurunan stunting di daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Sukamto mengatakan, berdasarkan data manual kabupaten/kota, dari 1.610 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) operasional di Jawa Timur, sebanyak 1.037 SPPG atau sekitar 64,41 persen telah mendistribusikan MBG bagi sasaran 3B.
Sedangkan, berdasarkan data aplikasi Badan Gizi Nasional, dari 3.208 SPPG operasional, sebanyak 2.612 SPPG atau sekitar 62,72 persen telah melaksanakan distribusi MBG 3B.
Adapun jumlah kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Jawa Timur tercatat sebanyak 93.729 orang, dengan 16.129 kader atau sekitar 17,30 persen telah terlibat aktif dalam distribusi MBG 3B.
“Hingga saat ini, capaian distribusi MBG untuk sasaran 3B di Jawa Timur telah mencapai sekitar 64 persen. Kami terus melakukan kolaborasi dengan mitra wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan cakupan distribusi,” ujar Sukamto saat membuka kegiatan Peningkatan Sinergi dan Pembinaan Pegawai serta Dukungan Aktif Mitra Kerja Strategis di Surabaya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Kemendukbangga agar distribusi MBG 3B semakin diperluas sebagai langkah konkret pencegahan stunting di wilayah yang masih memiliki prevalensi cukup tinggi.
Di sisi lain, Sukamto menegaskan, terdapat lima fokus utama pelaksanaan program 2026 yang menjadi perhatian bersama. Yakni, keberlanjutan quick wins Program Bangga Kencana, Penerapan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) di Kabupaten/Kota, serta Penggerakan dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat serta Kampung KB.
“Kemudian, penyediaan alat kontrasepsi dan peningkatan kesertaan KB pascapersalinan (KBPP), serta peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait Program Bangga Kencana,” tegasnya.
Ketua Umum DPD Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Jawa Timur Senja Susanti menjelaskan, sekitar 1.500 penyuluh KB yang tersebar di 38 kabupaten/kota terus berperan aktif mendukung implementasi program prioritas Kemendukbangga/BKKBN.
“Peran utama penyuluh KB adalah memberikan KIE kepada masyarakat terkait keberlanjutan program quick wins Kemendukbangga serta mendukung pendistribusian MBG 3B di Jawa Timur,” jelasnya.
Menurutnya, para penyuluh KB bekerja bersama Tim Pendamping Keluarga yang terdiri atas kader KB, kader PKK, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi gizi, pendampingan tumbuh kembang anak, serta penyuluhan kepada kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta non-PAUD.
Pendampingan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan minimal 10 sasaran keluarga per tim pendamping.
“Melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi ini, masyarakat semakin memahami pentingnya Program Bangga Kencana, percepatan penurunan stunting, serta pola konsumsi makanan sehat yang mendukung tumbuh kembang anak,” katanya.
Senja menyebut, berdasarkan capaian terbaru, angka prevalensi stunting di Jawa Timur telah berada di bawah standar nasional, yakni sekitar 14,7 persen.
Meski demikian, percepatan penurunan stunting tetap menjadi prioritas melalui penguatan distribusi MBG 3B sesuai ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 115.
Ke depan, pihaknya berharap seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur dapat mengoptimalkan peran SPPG, sehingga minimal 10 persen sasaran distribusi MBG 3B dapat tercapai secara merata di seluruh wilayah.
“Sinkronisasi peran kader Tim Pendamping Keluarga sebagai pelaksana distribusi MBG 3B menjadi kunci agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya. (aci)


