Piala Sumpah Pemuda 2025
Futsal Putri SMA Antartika Sidoarjo Juara Piala Sumpah Pemuda 2025 Sidoarjo, Final Menang Adu Penalti Lawan SMP PGRI 10 Candi

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Tim futsal putri SMA Antartika Sidoarjo tampil sebagai juara Piala Sumpah Pemuda 2025 Sidoarjo, setelah di final menang 3-1 (1-1) atas SMP PGRI 10 Candi lewat adu tendangan penalti di GOR Sidoarjo, Jumat (14/11/2025) petang.

Kendati dari sisi usia, pemain SMP PGRI 10 Candi lebih muda, namun mereka memberi perlawanan sengit. Permainan memang lebih banyak dikuasai SMA Antartika Sidoarjo, namun tidak mudah bagi tim asuhan Diky Andre untuk mengalahkan SMP PGRI 10 Candi.

SMA Antartika unggul lebih dulu menit 12 lewat gol yang dicetak Melinda memanfaatkan bola kemelut di mulut gawang SMP PGRI 10 Candi.

Tertinggal satu gol, SMP PGRI 10 Candi nyaris menyamakan kedudukan menit 14. Umpan matang yang disodorkan Della disambut kontrol bola yang bagus oleh Natasya.

Baca Juga:  SMAN 3 Sidoarjo Rebut Juara Piala Sumpah Pemuda 2025, Kalahkan SMAN 1 Porong di Final

Bola kemudian didribel Natasya mendekati circle. Kiper SMA Antartika, Emy keluar sarang menutup ruang tembak Natasya.

Dalam posisi ruang tembak yang sempit, meski tinggal berhadapan dengan kiper, bola tendangan Natasya melebar ke sisi kanan gawang SMA Antartika.

Upaya SMP PGRI 10 Candi menyamakan kedudukan terwujud menit 19. Gol yang dicetak Della ini berawal dari counter attack. Begitu mendapat bola, Della berhasil melewati lawan yang mengawalnya sekaligus menaklukan kiper SMA Antartika.

SMP PGRI 10 Candi, runner up Piala Sumpah Pemuda 2025.

Della ini selain memiliki skill individu yang bagus, juga ditunjang dengan tendangan keras, kecepatan lari dan stamina bagus.

Berselang satu menit SMA Antartika nyaris mencetak gol. Namun bola tendangan Putri mengenai tiang gawang dan bola kembali bergulir ke lapangan.

Giliran SMP PGRI 10 Candi memiliki peluang menit 22. Bola tendangan bebas Della ditepis kiper Emy, kemudian mengenai mistar gawang dan kembali memantul ke lapangan permainan.

Baca Juga:  SMAN 1 Porong Menang Adu Tendangan Penalti, Lolos ke Final Piala Sumpah Pemuda 2025

Peluang emas dimiliki SMA Antartika lewat Ella menit 25. Dalam posisi bebas di sekitar garis circle, Ella melepas tendangan keras, namun bola meluncur ke sisi kiri gawang SMP PGRI 10 Candi,

Berselang satu menit Ella kembali memiliki peluang. Kali ini bola tendangan Ella ditepis kiper SMP PGRI 10 Candi dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Di sisa waktu pertandingan sekitar dua menit, SMA Antartika mengurung pertahanan SMP PGRI 10 Candi. Berkat kecerdikan anchor Aura membaca permainan, beberapa kali serangan SMA Antartika berhasil digagalkan.

Detik terakhir kiper SMA Antartika, Emy nyaris mencetak gol. Bola tendangan jarak jauh Emy mengenai mistar gawang dan bola memantul ke lapangan permainan.

Hingga berakhirnya waktu pertandingan normal skor tetap 1-1. Untuk mencari pemenang, langsung dilakukan adu tendangan penalti.

Pada adu tendangan penalti, SMA Antartika mencetak dua gol, sedang SMP PGRI 10 Candi gagal mencetak gol, sehingga skor akhir 3-1 untuk kemenangan SMA Antartika.

Pelatih SMA Antartika, Diky Andre memuji kualitas permainan SMP PGRI 10 Candi bagus. Itu yang membuat tim asuhannya kesulitan memetik kemenangan pada waktu pertandingan normal.

“Alhamdullilah kami bisa merebut juara, meskipun jalannya harus melewati adu tendangan penalti. Mereka memang bagus. Meskipun masih SMP, tapi permainannya sudah seperti SMA,” ujar Diky Andre menjawab suryakabar.com usai pertandingan.

Baca Juga:  SMA Antartika Sidoarjo B Kalahkan SMKN 1 Sidoarjo A

Kendala lain yang dihadapi timnya sehingga kesulitan mencetak gol, Diky menyebut karena lemahnya finishing. “Beberapa kali kita gagal mencetak gol, meskipun sudah berada di depan gawang. Ini malah membuat anak-anak frustasi. Set piece juga gagal, dari set piece penjuru juga gagal, akhirnya lawan bisa memanfaatkan kesalahan kami dan berhasil menyamakan kedudukan,” urainya.

Terkait persiapan adu tendangan penalti, Diky menyebut selalu memberi menu tendangan penalti di setiap sesi latihan.

“Setiap sesi latihan, kita selalu di akhir latihan sebelum cooling down kita selalu latihan tendangan penalti,” tandasnya.

Sementara itu pada perebutan peringkat ketiga kategori putri, SMAN 1 Wonoayu menang 4-1 atas SMKN 1 Buduran.

Princes Adzra mencetak hattrick untuk SMAN 1 Wonoayu menit 9, 18 dan 23. Namun, dia juga membuat gol bunuh diri menit 17 yang menjadi satu-satunya gol dari SMKN 1 Buduran. Satu gol lainnya dari SMAN 1 Wonoayu dicetak Reyza Aisyfa menit 14. (es)