Warga Kecamatan Simokerto dan Kenjeran Antusias Ikuti Rapid Test

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Rapid test dan swab massal yang digelar Pemkot Surabaya bersama Badan Intelijen Negara (BIN) memasuki hari kesembilan, Sabtu (6/6/2020). Warga sangat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan ini.

Seperti pelaksanaan rapid test dan swab gratis yang berlangsung di terminal bus pariwisata religi Ampel di Jalan Pegirian dan Kantor Kecamatan Kenjeran.

Pada pelaksanaan rapid test di terminal bus pariwisata religi Ampel berlangsung tertib. Sebelum dilakukan pemeriksaan, warga diarahkan untuk duduk di kursi antrean.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, warga juga diwajibkan cuci tangan di sebuah wastafel yang telah disiapkan di area lokasi.

Tak lupa, jajaran linmas, Satpol PP, serta petugas dari kepolisian dan TNI juga bersiaga di lokasi.

Mereka bertugas mengatur dan mengarahkan warga yang datang agar tetap menerapkan protokol kesehatan serta physical distancing.

BACA JUGA:

Kartini (60), warga Kelurahan/Kecamatan Simokerto mengatakan, datang bersama anak dan menantunya untuk mengikuti rapid test gratis. “Saya tadi sudah dites hasilnya negatif,” kata Kartini.

Dia mengaku senang ada rapid test gratis ini, sehingga bisa tahu kondisi kesehatannya.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, ini merupakan hari kedua pelaksanaan rapid test dan swab massal di terminal bus pariwisata religi Ampel. Tercatat, hingga pukul 11.30, ada 429 yang sudah dites. Hasilnya 63 orang atau sekitar 14,7 persen dinyatakan reaktif. Sementara non reaktif ada 366 orang.

“Sedangkan yang di Kenjeran (hingga pukul 11.30) totalnya 302 orang. Dan dinyatakan reaktif 76 orang atau 25,2 persen. Sedangkan non reaktifnya ada 226 orang,” kata Irvan dalam rilisnya yang diterima redaksi, Sabtu (6/6/2020) petang.

Menurut dia, angka reaktif di atas 10 persen itu berarti upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya telah masif. Sehingga dari hasil itu dapat diketahui kondisi yang ada di dua wilayah tersebut. “Ini sudah langkah yang on the track, sehingga kita bisa tahu betul kondisi yang ada di dua wilayah ini,” katanya.

Kepala BPB dan Linmas Surabaya ini juga mengungkapkan, kemungkinan besar rapid test dan swab gratis yang digelar BIN ini bakal diperpanjang hingga satu minggu ke depan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya.

Sedangkan untuk lokasinya, bakal diutamakan di wilayah permukiman yang dinilai ada pandemi.

“Kita ada 34 klaster permukiman dan yang kita utamakan di klaster-klaster itu. Dari pelaksanaan hari kesembilan ini sudah menjangkau di sebagian besar klaster itu,” paparnya.

Bagi warga yang hasil rapid testnya dinyatakan reaktif, maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya langsung melakukan tracing dan pendataan serta mengarahkan warga itu untuk isolasi.

Irvan menyebut, jika kondisi rumahnya tidak layak untuk ruang isolasi, Pemkot telah menyediakan tempat di hotel. Namun begitu, jika rumahnya dalam kondisi layak, mereka diminta untuk isolasi mandiri di rumah dengan pemantauan Puskesmas setempat.

“Isolasi mandiri bukan hanya diawasi teman-teman pemerintah kota, TNI dan Polri, tapi sekarang diawasi juga warga sendiri dengan terbentuknya Kampung Wani,” jelasnya.

Camat Semampir, Siti Hindun Robba mengatakan, untuk mendukung kegiatan rapid test yang diselenggarakan BIN, pihaknya juga menerjunkan tenaga kesehatan di empat Puskesmas Kecamatan Semampir. “Kita membantu BIN, kurang lebih ada 20 orang tenaga kesehatan,” kata Hindun.

Dia juga menyatakan, antusias warga mengikuti kegiatan ini terlihat begitu besar. Terbukti ketika pelaksanaan rapid test kemarin, kuota yang disiapkan 700 orang. Namun yang datang mencapai 824 orang.
“Sedangkan yang dinyatakan reaktif rapid test ada 117 orang. Sebanyak 50 orang reaktif itu dibawa ke hotel dan sisanya isolasi mandiri di rumah,” terangnya.

Sementara itu, kata Hindun, pada rapid test kali ini, kuota yang disiapkan 500 orang. Untuk sasarannya adalah warga di wilayah Surabaya Utara. Akan tetapi, beberapa warga dari luar Kecamatan Semampir juga ikut datang. (be)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *