Tutup MTQ DKI 2026, Gubernur Pramono: Lahirkan Talenta Qur’ani dari Seluruh Jakarta
JAKARTA, SURYAKABAR.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Piala Gubernur DKI Jakarta Tingkat Provinsi Tahun 2026 sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Penyelenggaraan MTQ tahun ini menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten administrasi, hingga provinsi.
Pola seleksi tersebut untuk memperluas pembinaan sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi lahirnya qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik dari seluruh wilayah Jakarta.
Dalam sambutannya Gubernur Pramono mengatakan, perubahan format pelaksanaan MTQ berhasil membangkitkan semangat masyarakat serta memunculkan banyak talenta baru di tingkat akar rumput.
“Saya adalah orang yang paling bergembira dengan pelaksanaan MTQ ini. Dulu MTQ langsung di tingkat provinsi. Saya mengusulkan agar dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, baru provinsi. Inilah yang membuat MTQ di Jakarta begitu bergemuruh. Yang dulu adem ayem, sekarang muncul bakat-bakat yang luar biasa,” ujarnya.
Menurut Gubernur Pramono, MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam dan pembentukan karakter generasi muda agar semakin mencintai, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari syiar agama yang kita cintai bersama,” harapnya.
MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 melombakan 28 cabang untuk kategori putra dan putri. Penghargaan diberikan kepada Juara I, II, dan III di setiap kategori. Kota Administrasi Jakarta Selatan berhasil meraih gelar juara umum.
Seluruh juara pertama akan mewakili Provinsi DKI Jakarta pada MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Gubernur Pramono menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan hakim, panitia, serta semua pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ.
Ia berharap para pemenang dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengharumkan nama Jakarta di tingkat nasional.
“Terima kasih kepada seluruh peserta, baik yang meraih juara maupun yang belum berhasil. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah menyukseskan MTQ ini. Mudah-mudahan ini menjadi modal Jakarta untuk meraih prestasi di tingkat nasional,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono juga mengungkapkan rencana menyambut usia 500 tahun Kota Jakarta melalui program pencetakan 1.000 Al-Qur’an edisi khusus.
Sebanyak 500 mushaf diperuntukkan bagi warga yang telah terbiasa mengkhatamkan Al-Qur’an, sedangkan 500 lainnya disiapkan bagi masyarakat yang belum pernah mengkhatamkannya.
Program tersebut diharapkan memberi kesempatan yang sama bagi seluruh warga, termasuk kelompok rentan dan masyarakat yang termarginalkan, untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an serta turut mendoakan Jakarta menjelang usia lima abad.
“Saya ingin warga yang selama ini terpencilkan, terpinggirkan, dan termarginalkan memiliki kesempatan mengkhatamkan Al-Qur’an. Program ini kami siapkan sebagai hadiah sekaligus kenang-kenangan untuk menyambut 500 tahun Jakarta,” jelasnya.
Komitmen membangun generasi Qur’ani juga diwujudkan melalui pengembangan Kampung Qur’an di Rusunawa Penjaringan serta perluasan akses pendidikan melalui program KJP Plus, KJMU, dan berbagai pelatihan peningkatan kompetensi bagi generasi muda Jakarta.
Keberhasilan Jakarta Selatan menjadi juara umum turut didukung prestasi para pesertanya, salah satunya Syamsuri Firdaus yang meraih Juara I cabang Qira’at Sab’ah Mujawwad Dewasa.
Ia mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pembinaan intensif yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan sebelum pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.
“Pembinaan dilakukan secara rutin selama dua minggu sehingga persiapan kami benar-benar matang dan peserta bisa memberikan penampilan terbaik,” ungkapnya.
Syamsuri mengaku tidak menyangka mampu menjadi juara karena kualitas peserta dari seluruh wilayah Jakarta sangat kompetitif.
Ia berharap MTQ Piala Gubernur terus diselenggarakan secara berjenjang sehingga semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an dan mampu mengharumkan nama Jakarta di tingkat nasional. (*)

