Berita Sidoarjo
Banjir Rob Lumpuhkan Wisata Sedati, Ratusan Pemancing Gagal Berwisata di Hari Libur Tahun Baru Islam

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Banjir rob kembali merendam sejumlah kawasan pesisir di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026).

Fenomena tahunan yang bertepatan dengan libur nasional Tahun Baru Islam tersebut membuat aktivitas warga dan wisata pemancingan terganggu.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di RT 03 RW 02 Dusun Gisik Kidul, Desa Tambak Cemandi.

Genangan air laut yang masuk ke permukiman dan jalan akses menuju lokasi pemancingan membuat ratusan pemancing terpaksa menunda bahkan membatalkan rencana mereka.

Selain Desa Tambak Cemandi, banjir rob juga dilaporkan menggenangi Desa Kalanganyar, Banjar Kemuning, dan Segoro Tambak di Kecamatan Sedati.

Baca Juga:  Kecamatan Sukodono Lumajang Dilanda Banjir di Tengah Kemarau, Lumajang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Anomali Cuaca

Menurut keterangan warga, air laut mulai naik sekitar pukul 08.00 WIB dan menggenangi jalan serta area permukiman. Kondisi tersebut biasanya berlangsung hingga menjelang siang sebelum air kembali surut.

Akibat tingginya genangan yang mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik, warga setempat menutup sementara akses menuju area wisata pemancingan. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kendaraan pengunjung mogok akibat terendam air laut.

Seorang pemancing asal Surabaya, Devi, mengaku kecewa karena gagal menuju lokasi pemancingan yang sudah direncanakan sejak beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga:  Hampir Dua Bulan Terendam Banjir, Pembagian Rapor di SMPN 2 Tanggulangin Mundur Dua Minggu

“Saya datang pagi-pagi karena memanfaatkan libur Tahun Baru Islam. Ternyata jalannya tergenang cukup dalam dan tidak bisa dilewati kendaraan. Akhirnya hanya bisa menunggu sambil ngopi, kalau tidak surut ya terpaksa pulang,” ujar Devi.

Sementara itu, warga Tambak Cemandi, Mashuda, mengatakan, banjir rob merupakan fenomena yang hampir setiap tahun terjadi, terutama saat pasang air laut bersamaan dengan kondisi cuaca tertentu.

Baca Juga:  Menjaga Warisan Leluhur di Malam 1 Suro, Kasatpol PP Sidoarjo Rawat Ratusan Keris dan Tombak Peninggalan Sejarah

“Kalau rob seperti ini sudah sering terjadi. Biasanya mulai pagi dan berangsur surut sekitar tengah hari. Tapi kalau pas hari libur seperti sekarang, dampaknya lebih terasa karena banyak pengunjung yang datang untuk memancing,” kata Mashuda.

Menurutnya, penutupan akses jalan menuju lokasi pemancingan dilakukan atas kesepakatan warga demi keselamatan pengunjung.

“Kami khawatir kendaraan pengunjung nekat masuk lalu mogok di tengah genangan. Karena itu sementara kami arahkan untuk menunggu sampai air surut,” tambahnya. (sat)