OJK Jatim Dukung Pengembangan Ekosistem Peternak Susu Sapi Perah di Jatim
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Otoritas Jasa Keuangan Jawa Timur (OJK Jatim) bersama Kantor OJK Malang berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem susu sapi perah di Jawa Timur.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam rangkaian peluncuran sistem Enterprise Resource Planning (ERP) hasil kolaborasi OJK dan International Labour Organization (ILO).
Langkah ini menjadi bagian dari program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Jawa Timur 2026 yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, serta kesejahteraan peternak susu sapi perah.
Program tersebut melibatkan pemerintah daerah, koperasi, akademisi, dan lembaga jasa keuangan sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem peternakan susu yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala OJK Jatim Horas VM Tarihoran mengatakan, program PED difokuskan pada penguatan ekosistem susu sapi perah di wilayah Malang Raya.
Upaya yang dilakukan mencakup peningkatan akses keuangan, penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas usaha peternak, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi sektor jasa keuangan.
“Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Menurut Horas, nota kesepahaman yang ditandatangani para pihak menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengembangan komoditas susu sapi perah.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan berbagai produk dan layanan jasa keuangan guna memperkuat kapasitas usaha para pelaku sektor peternakan.
Pada kesempatan yang sama, OJK dan ILO juga meluncurkan sistem ERP yang akan diterapkan di tiga koperasi susu di Jawa Timur, yakni KAN Jabung Kabupaten Malang, KPSP Setia Kawan Kabupaten Pasuruan, dan KPUD Tani Wilis Kabupaten Tulungagung.
Penerapan sistem digital tersebut diperkirakan dapat dimanfaatkan sekitar 10 ribu peternak anggota koperasi. Kehadiran ERP diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha, memperkuat tata kelola koperasi, sekaligus memperkuat rantai nilai industri susu sapi perah di Jawa Timur.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso menjelaskan, kolaborasi antara OJK, ILO, pemerintah daerah, koperasi, lembaga jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing sektor peternakan melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Dengan semangat kolaborasi yang kuat dari seluruh pihak, kami optimistis ekosistem susu sapi perah Jawa Timur dapat menjadi model digitalisasi rantai nilai UMKM yang menginspirasi daerah lain di Indonesia,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, sejumlah lembaga jasa keuangan turut menyerahkan akses pembiayaan dan layanan keuangan secara simbolis kepada pelaku usaha sektor peternakan susu sapi perah. Dukungan tersebut berasal dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Jatim, Bank UMKM Jawa Timur, BPRS Al Hijrah Thayibah, dan Jasindo.
Ke depan, OJK menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta mendorong digitalisasi sektor riil.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing sektor peternakan susu sapi perah di Jawa Timur. (aci)


