Pendidikan
Fikom Universitas Ciputra Surabaya Gelar 5th CFF, Hadirkan 280 Film dari 35 Negara
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Sebanyak 280 karya film dari 35 negara turut memeriahkan 5th Ciputra Film Festival (CFF) yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Ciputra Surabaya, Selasa hingga Sabtu (2-6/6/2026).
Festival Director 5th CFF Jason Cliff Kurniawan mengatakan, festival film di tahun kelima ini mengusung tema MOSAIC sebagai ruang eksplorasi kreativitas dan identitas generasi muda.
Menurutnya, tema MOSAIC lahir dari fenomena sosial yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Di tengah arus tren yang bergerak cepat dan budaya Fear of Missing Out (FOMO), banyak individu perlahan kehilangan identitasnya demi mengikuti standar sosial dan budaya populer.
“Melalui tema MOSAIC, kami ingin mengajak generasi muda untuk melihat, setiap individu memiliki cerita, warna, dan perspektif yang berbeda-beda. Layaknya potongan mosaik, perbedaan itu justru membentuk sebuah kesatuan yang utuh dan bermakna,” ujarnya.
Jason menjelaskan, tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, festival film ini juga aktif menggandeng komunitas kreatif. Selain itu, membuka kesempatan bagi sineas muda dari berbagai kalangan melalui berbagai program festival.
“Mulai dari expert session, workshop, dan film screening dari berbagai karya filmmakers yang masuk ke official selection, exhibition, competition, hingga puncaknya ditutup dengan awarding night,” jelasnya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, 5th CFF menghadirkan program baru bertajuk CFF Project Hunt, yakni lomba pitching gagasan film yang ditujukan bagi pelajar tingkat SMA/SMK sederajat dengan tetap membuka kesempatan bagi peserta umum.
Menurutnya, melalui proses pitching yang dirancang mendekati standar profesional, peserta diajak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melatih kepercayaan diri dalam mempresentasikan ide film secara terstruktur.
“Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen festival dalam mendukung lahirnya talenta kreatif muda di bidang perfilman,” ungkapnya.
Gelaran 5th CFF ini menghadirkan sejumlah figur industri perfilman Indonesia, seperti Robert Ronny, Chandra Liow, Adinia Wirasti, Riri Riza, dan Wregas Bhatuneja.
Melalui rangkaian program yang dihadirkan selama lima hari, 5th CFF membuktikan eksistensinya dan juga mampu menjadi wadah bagi para kreator muda untuk terus berkembang, berjejaring, serta berani menyampaikan cerita dan perspektif mereka masing-masing melalui karya. (aci)



