Pendidikan
Universitas Ciputra Surabaya Wisuda 1.162 Mahasiswa, Bekali Lulusan Teknologi AI dalam Bisnis

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Ciputra (UC) Surabaya membuktikan komitmennya sebagai kampus yang mampu melahirkan lulusannya berjiwa wirausaha.

Hal itu dibuktikan dengan pengukuhan 1.162 lulusan pada prosesi Wisuda XVI yang digelar selama dua hari, Jumat dan Sabtu (31/10-1/11/2025) di Multi Purpose Hall, Ciputra World Surabaya (CWS).

Para wisudawan dinyatakan tidak hanya lulus membawa gelar, namun juga membuktikan kesuksesan bisnis riil yang mereka jalankan sebagai hasil dari kurikulum kampus.

Rektor Universitas Ciputra Surabaya Prof Dr Wirawan E.D. Radianto MScA CA Ak mengatakan, wisuda yang mengusung tema “Shaping a Future-Focused University for Tech-Enabled Entrepreneurs” ini menunjukkan konsistensi UC dalam melahirkan lulusan yang mampu mengintegrasikan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam bisnis.

Baca Juga:  Universitas Ciputra Surabaya Gelar Parent Gathering Undang Orang Tua dan 1.300 Mahasiswa Baru

“Universitas Ciputra memang mewajibkan mahasiswa berwirausaha sejak semester awal, dan mendorong mereka mengganti skripsi dengan karya monumental atau proyek bisnis riil,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).

Prof Wirawan menjelaskan, model pendidikan ini terbukti efektif. Terbukti, UC melahirkan generasi yang tidak hanya berpikir ke depan, namun mampu mengintegrasikan teknologi dalam setiap langkah wirausaha mereka.

“Wisudawan ini terbukti memiliki pola pikir adaptif dan berani mengambil risiko karena terbiasa praktik bisnis riil selama kuliah,” tegasnya.

Skema Project Bisnis yang merupakan model tugas akhir di UC dinilai fleksibel dan terbukti melahirkan bisnis berdampak nasional hingga internasional.

Baca Juga:  Ratusan Siswa dan Komunitas Inklusi Ikuti Art Therapy di Unesa

Terbaru, kisah sukses datang dari empat wisudawan International Business Management (IBM) UC yang mengubah hobi menjadi mesin bisnis olahraga melalui Garuda Futsal League (GFL).

Mereka adalah Muhammad Akhva Aulia Nusantara, Andhika Putra Firmansyah, Muhammad Lazuardi Firdausa, dan Daffa Nushshar Ardastya.

Leader Tim GFL Muhammad Akhva Aulia Nusantara menjelaskan, liga futsal ini bukan sekadar turnamen, namun wadah scouting atau pencari bakat pemain potensial menuju Pra-PON 2026 bekerja sama dengan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur.

“Kami melihat masih kurangnya wadah futsal yang profesional. Ini bermula dari ide tugas kuliah, yang kemudian kami eksekusi riil. Kami ingin menciptakan kompetisi yang bukan cuma seru, tapi juga punya value sosial,” jelasnya.

Menurutnya, GFL yang digelar di Surabaya dan Malang tetap berjalan masif, meski salah satu anggota tim berjuang melawan penyakit.

Kesuksesan lain datang dari Albert Esli dan Grace Milenia. Keduanya mengembangkan ide tugas bisnis semester dua menjadi PT Loe Gue Generasi Oeang (LOGoFiliate), sebuah Agensi Digital (TAP/MCN).

Baca Juga:  Mahasiswa FEB Unair Juara 1 Nasional lewat Inovasi Penjualan Kredit Karbon Berbasis Blockchain

Bisnis mereka melesat cepat, bahkan meraih Second Winner Business Case Competition 2024 di Solbridge Business School, Korea Selatan.

LOGoFiliate saat ini telah menggerakkan lebih dari 1.200 kreator aktif dengan lebih dari 10 ribu konten per bulan.

“Kami belajar bahwa peluang selalu ada di sekitar kita. Asal kita mau melihat, bekerja keras, dan konsisten. Ide ini berawal dari tugas kuliah, kami kembangkan, dan sekarang kami merekrut delapan karyawan,” ungkap Albert Esli.

Dosen pembimbing LOGoFiliate Dr Timotius Febry Christian mengapresiasi keunggulan metode yang diterapkan mahasiswanya ini.

“Melihat ide tugas kuliah menjadi perusahaan berkelas nasional bahkan internasional adalah bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari ruang kelas asalkan disertai visi, kerja keras, dan konsistensi yang diwajibkan kurikulum UC,” pungkasnya. (aci)