PT SCI Kenalkan Teknologi Neotiva RH Collagen Pertama di Indonesia

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Setelah populer di Korea Selatan, inovasi produk kolagen manusia rekombinan (recombinant human collagen) Neotiva RH Collagen kini hadir di Indonesia.

Kolaborasi PT Supio Cosmetics Indonesia (SCI) bersama Facena Beauty Clinic memperkenalkan generasi baru teknologi kolagen yang diklaim mampu mendukung kesehatan dan struktur kulit dari dalam.

CEO PT Supio Cosmetics Indonesia (SCI) Jennifer Nathalie mengatakan, produk ini diperkenalkan di Surabaya sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi perawatan kecantikan berbasis teknologi modern yang tidak hanya berfokus pada perawatan dari luar, namun juga dari dalam tubuh.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat modern terhadap perawatan kecantikan terus berkembang. Sehingga, pendekatan berbasis kesehatan kulit secara menyeluruh dinilai semakin relevan.

Baca Juga:  RSUP Kemenkes Surabaya Edukasi 100 Dokter Umum Puskesmas Skrining Pasien Hipertensi dan Gagal Jantung

“Modern people need modern solutions. Kita ingin memperkenalkan pentingnya kolagen di kehidupan sehari-hari, karena setiap aktivitas yang kita lakukan sejak keluar rumah itu sebenarnya membutuhkan kolagen,” ujar Jennifer usai talkshow kecantikan mengenai produk Neotiva RH Collagen di Surabaya, Rabu (3/6/2026).

Jennifer menegaskan, saat ini konsep kecantikan tidak lagi hanya berorientasi pada penampilan, namun juga pada upaya menjaga kualitas jaringan tubuh yang berperan dalam kesehatan kulit dan proses penuaan.

Androlog sekaligus founder Facena Beauty Clinic dr Daniel Widiyanto SpAnd menjelaskan, produksi kolagen dalam tubuh mulai mengalami penurunan sejak usia 25 tahun.

“Sebenarnya waktu kita umur 25 tahun, setiap hari kolagen di dalam tubuh itu turun sekitar 1 persen setiap tahunnya. Bagi perempuan, penurunannya akan jauh lebih drastis lagi ketika memasuki masa menopause,” jelasnya.

Baca Juga:  Unesa Bagikan 35.000 Porsi Sarapan Gratis untuk Mahasiswa selama UAS

dr Daniel menyebut, kolagen tidak hanya berfungsi menjaga elastisitas kulit, namun juga menjadi komponen penting pada berbagai jaringan tubuh seperti tulang, sendi, dan mata. Sehingga, berkurangnya kadar kolagen dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, tidak sebatas pada munculnya tanda-tanda penuaan kulit.

Di sisi lain, dr Daniel juga menyinggung tren penggunaan collagen stimulator yang sempat berkembang dalam dunia estetika.

Menurutnya, metode tersebut bekerja dengan merangsang tubuh untuk memproduksi kolagen secara alami, namun efektivitasnya dapat menurun seiring bertambahnya usia.

Baca Juga:  Fikom Universitas Ciputra Surabaya Gelar 5th CFF, Hadirkan 280 Film dari 35 Negara

“Orang tua itu kalau dirangsang kolagennya susah, karena pabrik di dalam tubuhnya sudah ‘soak’ atau mesinnya sudah lodoh. Mau dirangsang seperti apa pun sudah tidak maksimal,” ungkapnya.

Sehingga, teknologi recombinant human collagen dinilai menawarkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan kolagen yang telah terbentuk, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan tubuh memproduksi kolagen baru.

Melalui kehadiran Neotiva RH Collagen di Indonesia, SCI dan Facena Beauty Clinic berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kadar kolagen sebagai bagian dari upaya mempertahankan kesehatan kulit dan kualitas hidup seiring bertambahnya usia. (aci)