Pendidikan
Hadirkan Native Speaker asal Suriah, English Boost Workshop di GREENSA Juanda Usung Misi Perdamaian dan Iman
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Suasana belajar Bahasa Inggris yang berbeda tampak di GREENSA Inn & Training Center Juanda. Selama dua hari, 29-30 April 2026, para peserta English Camp tenggelam dalam atmosfer internasional yang kental.
Mengangkat tema “Speak, Spread Peace, Faith”, kegiatan ini menghadirkan tamu spesial, Mr. Achmad, (native speaker) asal Suriah.
Kehadiran Mr. Achmad memberikan warna tersendiri. Peserta tidak hanya belajar aksen dan kosa kata, tetapi juga mendengar langsung testimoni mengenai pentingnya perdamaian dari seseorang yang berasal dari wilayah dengan sejarah konflik yang kompleks.
Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari satu malam ini bertujuan untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggris peserta sekaligus menanamkan nilai-nilai perdamaian dan keteguhan iman dalam berinteraksi di era global.
Dalam pidato pembukaannya, Direktur Lembaga Pendidikan Al Falah Darussalam Tropodo (LPFDT), Ali Effendi, S.Pd,MM. menyampaikan, di era globalisasi, Bahasa Inggris bukan lagi sekadar pelengkap resume, melainkan alat untuk menyebarkan nilai-nilai positif.
“Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya fasih bicara (Speak), tapi juga mampu menjadi duta yang membawa misi perdamaian (Spread Peace) dengan landasan iman (Faith) yang kuat. Bahasa adalah jembatan untuk memahami perbedaan,” tutur Ali Effendi di hadapan puluhan peserta yang antusias.
Hari Pertama: Membangun Kepercayaan Diri untuk Bersuara
Kegiatan dimulai dengan sesi Immersion. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris dalam setiap interaksi. Sesuai dengan pilar pertama tema, “Speak”, para peserta ditantang melalui berbagai public speaking games dan diskusi kelompok.
“Kami ingin peserta tidak hanya jago tata bahasa, tapi berani menyuarakan isi pikiran mereka. Bahasa adalah alat, dan keberanian adalah kuncinya,” ujar Ustadz Yusuf selaku Ketua Panitia di sela-sela kegiatan.
Hari Kedua: Menebar Damai dan Memperteguh Iman
Memasuki hari kedua, fokus beralih pada aspek “Spread Peace” dan “Faith”. Dalam sesi Peace workshop, peserta diajak merancang kampanye sosial singkat mengenai toleransi dan harmoni dalam Bahasa Inggris.
Penutup kegiatan diisi dengan refleksi spiritual yang mendalam serta game yang membangun kekompakan antar siswa.
Sesi ini menekankan, kemampuan berbahasa Inggris harus dibarengi dengan karakter yang kuat dan iman yang kokoh agar ilmu yang didapat bisa membawa manfaat bagi sesama.
Kesan Peserta
Salah satu peserta Raihana Kelas 7.2 mengungkapkan kegembiraannya mengikuti acara ini. “Awalnya saya takut salah bicara, tapi di sini lingkungannya sangat mendukung. Saya belajar, berbicara bahasa Inggris juga bisa menjadi cara untuk menyebarkan kebaikan dan pesan perdamaian,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan pulang tidak hanya dengan kosa kata baru, tetapi juga dengan semangat baru untuk menjadi duta perdamaian yang fasih berkomunikasi dan tetap teguh dalam iman. (*)




