PLN UIT JBM dan BKSDA Bali Jalin Kerja Sama Pengelolaan Aset Jaringan Transmisi
SURABAYA, SURYAKABAR.com – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali menjalin kerja sama dalam pengelolaan aset jaringan transmisi yang berada di kawasan konservasi, sekaligus memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja bersama Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko di Kantor BKSDA Bali.
Momentum ini menjadi simbol komitmen kedua institusi dalam mewujudkan pembangunan yang seimbang antara pemenuhan kebutuhan energi listrik dan pelestarian alam di Pulau Bali.
Saat ini, terdapat sembilan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kapal-Baturiti dan Baturiti-Pemaron yang berada di kawasan Cagar Alam Batukau, serta TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan.
Infrastruktur tersebut dibangun sejak 1985 dan telah beroperasi sejak 1987 untuk mendukung kebutuhan energi listrik masyarakat Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Dengan adanya PKS ini, PLN UIT JBM dapat mengelola aset jaringan transmisi tersebut secara lebih optimal, baik dalam aspek pemeliharaan rutin maupun kegiatan peningkatan keandalan sistem.
Di sisi lain, PLN juga berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam menjaga keutuhan, kelestarian, dan manfaat kawasan konservasi yang dilintasi jaringan transmisi tersebut.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja menegaskan komitmen perseroan dalam menjalankan kerja sama sesuai standar pengelolaan lingkungan.
“Kami memahami, kawasan yang dilalui SUTT merupakan wilayah konservasi. Oleh karena itu, setiap langkah kami lakukan dengan prinsip kehati-hatian, koordinasi erat, dan keterbukaan bersama BKSDA Bali. Harapan kami, kerja sama ini memberi manfaat besar bagi masyarakat sekaligus mendukung kelestarian ekosistem Bali,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko menyambut baik kerja sama ini, karena berkaitan langsung dengan kepentingan publik.
Menurutnya, listrik bukan hanya soal penerangan, namun juga akses informasi, pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Karena itu, kami memastikan seluruh proses penempatan hingga pemeliharaan SUTT dilakukan dengan sangat hati-hati, agar kebutuhan publik dapat terpenuhi tanpa mengorbankan kelestarian kawasan konservasi,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, PLN UIT JBM dan BKSDA Bali berharap dapat menghadirkan sinergi yang harmonis antara pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan perlindungan lingkungan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi contoh, pembangunan dan pelestarian alam bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan beriringan demi keberlanjutan Bali di masa depan. (aci)


