Ramadhan 2026
Pemprov Jatim Salurkan Bansos Rp 3 Miliar Lebih untuk Warga Sidoarjo Jelang Ramadhan
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan bantuan sosial (Bansos) senilai Rp 3.016.350.000 bagi warga Kabupaten Sidoarjo menjelang bulan suci Ramadhan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Pendapa Delta Wibawa, Rabu (18/2/2026).
Penyaluran bansos ini dihadiri Kepala Dinas Sosial Jatim Restu Novi Widiani, perwakilan Komisi E DPRD Jawa Timur Benjamin Kristianto, Bupati Sidoarjo Subandi, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo.
Momentum ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan dukungan menjelang Ramadhan.
Khofifah menjelaskan, Sidoarjo merupakan titik kedua penyaluran bansos dari total 38 kabupaten/ kota di Jawa Timur. Ia menegaskan, percepatan penyaluran ini penting agar masyarakat memiliki kesiapan ekonomi yang lebih baik menjelang Ramadhan.
“Penyaluran bansos ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah provinsi dalam memperkuat bantalan sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Khofifah menambahkan, bansos ini menyasar kelompok masyarakat rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan kepala keluarga melalui program KIP Jawara.
Menurutnya, bantuan ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kita berharap sebelum 1 Maret seluruh bantuan sudah selesai tersalurkan, sehingga masyarakat penerima manfaat bisa merasakan langsung dukungan pemerintah dan memiliki penguatan ekonomi keluarga,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, bantuan senilai Rp 1.858.950.000 disalurkan melalui berbagai program, di antaranya PKH Plus untuk 533 keluarga penerima manfaat, bantuan ASPD bagi penyandang disabilitas, KIP Putri Jawara, KIP PPKS Jawara, bantuan permakanan lansia, serta tali asih bagi pilar sosial seperti pendamping PKH Plus, TKSK, dan TAGANA.
Selain bantuan sosial langsung, dukungan pemberdayaan ekonomi juga diberikan melalui zakat produktif dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar Rp 25 juta kepada 50 pelaku usaha ultra mikro.
Bantuan ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha kecil memperkuat permodalan dan menjaga keberlangsungan usaha mereka.
Di sisi lain, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur turut mengalokasikan Rp 1.132.400.000 untuk penguatan desa melalui program bantuan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), Desa Berdaya, dan Desa Jatim Puspa.
Melalui berbagai skema bantuan ini, Pemprov Jatim berharap masyarakat Sidoarjo dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. (sat)

