Haji 2026
Kementerian Haji dan Umrah Libatkan 183 Personel TNI dan Polri Jadi Petugas Haji Daerah

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melibatkan sebanyak 183 personel TNI dan Polri untuk menjadi Petugas Haji Daerah (PHD) 2026.

Jumlah tersebut meningkat lebih dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yakni sekitar 75 personel.

Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf saat membuka seleksai CAT Petugas Haji Daerah (PHD) 2026 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, keterlibatan unsur TNI dan Polri dalam struktur petugas haji diarahkan untuk memperkuat disiplin dan kesiapsiagaan kerja petugas haji sipil dalam melayani jamaah.

Baca Juga:  Menhaj Tegaskan Kepala Daerah Dilarang Jadi Petugas Haji pada Operasional 2026

“Kami membutuhkan fisik, disiplin, dan kemampuan membaca medan saat di lapangan, itu menjadi alasan untuk menambah personel TNI dan Polri,” ujar Gus Irfan, sapaan akrabnya.

Gus Irfan menjelaskan, kebutuhan tersebut muncul dari hasil evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya yang menunjukkan tingginya kompleksitas kerja petugas, terutama dalam situasi padat jamaah dan kondisi gawat darurat.

“Berdasarkan pertimbangan kejadian tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menambah keterlibatan personel TNI dan Polri dalam struktur petugas haji pada pelaksanaan tahun 2026,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tiga Kloter Pertama Debarkasi Haji Surabaya Tiba di Bandara Juanda

Gus Irfan menyebut, kehadiran personel TNI dan Polri tidak hanya ditujukan untuk aspek pengamanan, namun juga diharapkan menjadi teladan pola kerja yang disiplin dan terukur bagi petugas haji lainnya.

“Dan, itu yang kami minta ditularkan oleh teman-teman TNI Polri kepada teman-teman petugas haji yang lain yang bertugas tahun ini,” terangnya.

Baca Juga:  200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Resmi Mengaspal di Sidoarjo, Tukang Becak Lansia Jadi Prioritas

Selain itu, personel TNI dan Polri juga dibekali kemampuan pelayanan umum agar dapat terlibat langsung membantu jemaah, khususnya lanjut usia dan keterbatasan fisik, selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

Sehingga, dengan pendekatan tersebut pihaknya optimistis koordinasi antarpersonel petugas haji akan semakin solid.

”Tentunya, InsyaAllah kualitas pelayanan jemaah dapat meningkat dibandingkan dengan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (aci)