Penyekatan di Suramadu Jalan Terus, Wali Kota Eri juga Fokus Jaga Dalam Kota agar Tak Ada Lonjakan Covid 19
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan berbagai upaya untuk melindungi warga Kota Surabaya dan menekan kasus Covid-19 di Kota Pahlawan.
Salah satunya dengan terus melakukan penyekatan di pintu keluar Suramadu sisi Surabaya. Bahkan, nyaris setiap hari dia memimpin langsung penyekatan dan tes rapid antigen di pos Suramadu.
Wali Kota Eri mengatakan, sejak dilakukan penyekatan dan rapid antigen, Sabtu-Kamis ini, setidaknya ada 13.735 pengendara yang dites rapid antigen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.496 hasilnya negatif, dan 239 hasilnya positif.
“Sampai dengan pukul 12.00 WIB, yang sudah dites Swab PCR sebanyak 574 orang, 441 di antaranya negatif dan 120 di antaranya positif. Terus masih ada 13 tes yang hasilnya belum keluar,” kata Wali Kota Eri dikutip laman resmi Pemkot Surabaya.
Menurut Wali Kota Eri, bagi warga yang hasil tes swab PCR-nya positif, akan langsung dibawa ke rumah sakit penyangga sesuai arahan Gubernur Jawa Timur. Kemudian bagi yang masih menunggu hasil tes PCR-nya, sementara diarahkan ke Asrama Haji.
“Rumah sakit penyangga sesuai arahan Bu Gubernur seperti ke Rumah Sakit Dr. Soetomo dan beberapa rumah sakit lainnya,” tegasnya.
Ia juga mengakui, sampai saat ini masih menunggu arahan dari Gubernur Jatim, Kapolda dan Pangdam V untuk melakukan penyekatan di satu titik.
Ia memastikan, pihaknya siap mengikuti arahan dari Forkopimda Jatim. Sebab, bagaimana pun juga antara Surabaya dan Madura adalah keluarga besar yang tidak bisa dipisahkan satu dan yang lainnya.
“Insya Allah kita siap lahir batin untuk membantu, karena ini demi kepentingan bersama. Insya Allah nakes siap kita support dan juga antigennya kita siapkan. Jadi, kita akan mengikuti saja apa arahan Gubernur,” tegasnya.
Selain melakukan penyekatan di Suramadu atau di pintu masuk Surabaya, Wali Kota Eri juga memastikan saat ini pihaknya tengah fokus melakukan antisipasi di dalam kota. Sebab, dia tidak ingin ada peningkatan kasus di dalam kota. “Swab massal dan Swab Hunter di dalam kota terus kita lakukan, baik di permukiman warga dan keramaian masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menegaskan, pihaknya terus melakukan pendataan kepada warga yang melakukan mobilitas di beberapa minggu terakhir. Hal ini dilakukan untuk deteksi dini sebaran Covid-19 di Surabaya. “Kalau ada warga Madura yang berkunjung ke Surabaya dan sebaliknya, kita lakukan tracing dan juga tes, termasuk tesnya itu ke pasar-pasar,” kata dia.
Oleh karena itu, ia mengajak kepada warga Kota Surabaya untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Ia yakin, dengan cara gotong-royong dan bersama-sama menjaga prokes, maka kasus Covid-19 di Kota Surabaya bisa ditekan. “Jadi, aku nyuwun tulung kepada warga, ayo terus menjaga protokol kesehatan, supaya tidak ada lonjakan kasus di Surabaya,” pungkasnya. (*)