Pendidikan
Bangun Sinergi Kampus dan Orang Tua Mahasiswa Baru 2026 melalui Sapa Unesa

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merangkul ribuan orang tua mahasiswa baru 2026 untuk bersama-sama mengawal kesuksesan dan meraih prestasi selama menempuh pendidikan di Unesa melalui program Sapa Unesa.

Dalam sambutannya, Rektor Unesa Nurhasan mengatakan, Sapa Unesa digelar sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi, mempererat tali persaudaraan, serta membangun sinergi yang kuat demi mewujudkan lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, dan adaptif di era ketidakpastian global.

Menurutnya, pentingnya sinergi antara pihak kampus, orang tua, dan masyarakat dalam mengawal kesuksesan mahasiswa.

“Keberhasilan mendidik mahasiswa tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak kampus semata. Dibutuhkan kerja sama yang kuat melalui konsep tripusat pendidikan, yaitu kampus, orang tua/keluarga, dan masyarakat,” ujarnya di Graha Unesa Surabaya, Sabtu (31/10/2026).

Nurhasan menegaskan, antusiasme masyarakat untuk masuk ke Unesa pada tahun ini sangat tinggi. Tercatat ada 153 ribu pendaftar, namun Unesa hanya mampu menampung sekitar 21 ribu mahasiswa.

“Artinya, putra-putri Bapak dan Ibu sekalian adalah anak-anak top dan SDM (sumber daya manusia) hebat di negeri ini yang berhasil lolos. Unesa adalah perguruan tinggi besar yang baru saja kembali menorehkan prestasi sebagai peraih penghargaan Indikator Utama Kinerja (IKU) Nasional Nomor 1 berturut-turut selama empat kali, serta Juara Umum Porsimnas,” tegasnya.

Menanggapi dinamika dunia perkuliahan yang jauh berbeda dengan masa sekolah menengah, Nurhasan mengingatkan para orang tua agar mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri, aktif, kritis, dan adaptif.

Baca Juga:  Peran Unesa Gerakkan Pemberdayaan Desa Binaan Raih Mandaya Awards 2026

Sebagai bentuk keterbukaan informasi dan pengawasan akademik, Unesa kini telah menyiapkan sistem digital di mana para orang tua dapat memantau perkembangan studi putra-putrinya secara berkala melalui perangkat seluler masing-masing.

“Selain itu, metode perkuliahan di masa depan akan mengombinasikan sistem online dan offline secara proporsional demi efisiensi dan fleksibilitas pembelajaran,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurhasan turut memamerkan fasilitas dan persebaran kampus Unesa yang kini memiliki enam lokasi strategis di Jawa Timur. Yakni, Kampus 1 Ketintang Surabaya, Kampus 2 Lidah Wetan (Kampus Utama) Surabaya, Kampus 3 Moestopo (Fakultas Kedokteran), Kampus 4 Gedangan, Kampus 5 Magetan, dan Kampus 6 di IKN (Ibu Kota Nusantara).

Tidak hanya di Jawa Timur, Unesa juga tengah mempersiapkan pendirian Kampus ke-7 di Jakarta atas permintaan langsung dari berbagai kepala daerah dan bupati yang menyediakan lahan seluas puluhan hektare.

Para orang tua diajak untuk bersama-sama mengantarkan putra-putri mereka menuju gerbang kesuksesan, demi mewujudkan SDM unggul untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, Wakil Rektor I Unesa Martadi mengatakan, Unesa terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global.

Menurutnya, forum Sapa Unesa merupakan wadah komunikasi dan silaturahmi antara pihak universitas dengan para orang tua mahasiswa.

Orang tua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Unesa. Sehingga, keterlibatan orang tua sangat esensial dalam mengawal proses perkuliahan hingga anak-anak mereka lulus tepat waktu.

“Keberhasilan mahasiswa kuliah itu bukan satu-satunya ditentukan oleh kampus, tetapi juga variabel orang tua, variabel mahasiswa, dan seterusnya. Orang tua pasti ingin anaknya kuliah lancar, kampus juga sama. Kedua niat baik itu perlu kita pertemukan,” terangnya.

Baca Juga:  Dukung Pengembangan Mahasiswa, Unesa Resmikan Fisipol Creativity Center dan Ruang Konseling

Martadi menjelaskan, dalam kegiatan Sapa Unesa, pihak rektorat memaparkan berbagai program inovasi kampus sejalan dengan visi universitas menuju reputasi internasional (International Reputation).

Beberapa program unggulan tersebut, meliputi Program percepatan studi (Fast Track/Bachelor-Master), Kelas Internasional (IUP atau International Undergraduate Program), dan Program mobilitas mahasiswa (Student Mobility).

Martadi menyayangkan jika program-program bagus dan penting ini tidak diketahui para orang tua. Melalui Sapa Unesa ini, mahasiswa dan orang tua dapat mempersiapkan diri sejak dini, mulai dari perencanaan magang ke luar negeri hingga keikutsertaan dalam program double degree.

“Sehingga ujungnya, kita ingin memastikan para mahasiswa lulus bukan menjadi lulusan yang biasa-biasa saja, tetapi lulusan yang punya kompetensi, daya juang, dan kemampuan bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Selain memaparkan program akademik, Sapa Unesa juga menjadi sarana interaktif untuk menampung berbagai keluhan maupun pertanyaan dari para orang tua, mulai dari pemantauan indeks prestasi (IP), informasi beasiswa, hingga pengecekan status pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Martadi menyebut, sebenarnya berbagai solusi dan fasilitas tersebut sudah disediakan pihak kampus. Namun, kurangnya informasi di tingkat orang tua kerap memicu kesalahpahaman.

“Keluhan orang tua itu sebenarnya sudah kita lakukan, hanya kan orang tua belum tahu. Tapi dengan hari ini mereka menyampaikan, oh jadi tahu, ‘wah ternyata ada ya untuk mantau IP anak saya’, ‘ternyata ada ya beasiswa’, ‘ternyata bisa tahu anak saya sudah bayar UKT atau belum’,” ungkapnya.

Baca Juga:  FK Unair Hadirkan Ahli Penanganan Cedera Otak Traumatik di Adjunct Professor

Ke depan, Unesa berencana menjadikan Sapa Unesa sebagai agenda rutin yang dilaksanakan secara periodik dan lebih masif.

Bagi orang tua yang berhalangan hadir secara langsung, termasuk yang berada di luar negeri, pihak kampus tetap menyediakan akses melalui kanal siaran langsung YouTube.

Dengan sinergi yang kuat antara program studi (prodi), fakultas, universitas, dan orang tua, Unesa optimistis dapat terus mengawal mahasiswanya untuk lulus tepat waktu, bahkan dalam tujuh semester, serta siap melanjutkan studi lanjut atau berkarier di kancah global.

Adi Suprapto, salah satu orang tua mahasiswa baru dari prodi Manajemen Bisnis semester satu Unesa mengakui program ini sangat baik karena mampu mengakomodasi kekhawatiran orang tua terkait perkembangan perkuliahan mahasiswa secara langsung melalui aplikasi.

“Bagus ya, ini suatu program yang bisa mengakomodir kekhawatiran orang tua terkait apa ya, perkembangan perkuliahan mahasiswa secara langsung lewat aplikasi,” pungkasnya. (aci)